Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 26 September 2017 | 13:28 WIB
  • Studi: Pasien Kanker 'Lebih Percaya' Pengobatan Ganja Medis

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Studi: Pasien Kanker 'Lebih Percaya' Pengobatan Ganja Medis
Photo :
  • Warga Amerika Rayakan Legalisasi Ganja
Warga Amerika Serikat merayakan Legalisasi Ganja.

VIVA.co.id – Ganja medis dipakai untuk pengobatan kanker. Sebuah studi baru menemukan bahwa penggunaan ganja untuk obat pasien kanker adalah hal yang tidak biasa.

Dalam penelitian itu, di mana 900 pasien kanker dari Seattle Cancer Care Alliance, Amerika Serikat dilibatkan, sekitar seperempatnya atau 225 pasien menggunakan ganja medis pada tahun lalu.

Penelitian yang dilakukan Steve Pergam dari Pusat Peneliti Kanker Fred Hutchinson ini menyebutkan hampir semua peserta mengatakan mereka ingin belajar lebih banyak tentang manfaat ganja medis.

Steve mengatakan, penelitiannya mempelajari risiko dan manfaat penggunaan ganja di antara pasien kanker. Menurutnya, pasien kanker menginginkan informasi tentang penggunaan ganja selama perawatan.

"Tapi para pasien tidak mendapatkan informasi dari dokter yang merawat mereka. Karena itu, pasien malah mencari informasi dari pengobatan alternatif atau nonscientific," kata Steve, dikutip Livescience, Selasa, 26 September 2017.

Hasil penelitian Steve ini sudah dipublikasi di Jurnal Cancer pada Senin, 25 September 2017.

Dalam penelitian tersebut, ia dan peneliti lainnya menemukan bahwa 24 persen pasien dalam penelitian ini adalah "pengguna aktif," yang berarti bahwa mereka telah menggunakan ganja pada tahun lalu dalam pengobatan kanker.

Sementara, 21 persen melaporkan menggunakan obat tersebut dalam satu bulan terakhir. Angka ini lebih dari dua kali lipat yang dilaporkan dalam survei nasional dari semua jenis pengguna ganja.

Di antara pengguna aktif, Steve menemukan bahwa 74 persen melaporkan menggunakan ganja setidaknya seminggu sekali, 56 dilaporkan menggunakan obat ini setidaknya sekali sehari dan 31 persen melaporkan penggunaan obat tersebut beberapa kali dalam sehari.

"Merokok dan mengonsumsi makanan edibles adalah cara yang paling umum untuk menggunakan obat ini," ungkapnya.

Adapun, tiga perempat pengguna aktif mengatakan bahwa mereka menggunakan obat tersebut untuk membantu mengurangi rasa sakit dan mual.

Sedangkan dua pertiganya melaporkan bahwa mereka menggunakan marijuana untuk membantu gejala kejiwaan, termasuk masalah stres dan susah tidur.

"Walaupun 74 persen penderita dalam penelitian tersebut mengatakan bahwa mereka menginginkan informasi lebih tentang ganja medis dari rumah sakit, namun hanya 15 persen yang benar-benar menerima informasi dari penyedia layanan kesehatan mereka. Sisanya, mencari informasi dari teman, anggota keluarga, sumber media atau pasien kanker," tutur Steve. (ase)