Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 16 Oktober 2017 | 07:34 WIB
  • Olaudah Equiano, Tokoh Pembebasan Perbudakan Kulit Hitam

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Olaudah Equiano, Tokoh Pembebasan Perbudakan Kulit Hitam
Photo :
  • Google Doodle
Doodle Olaudah Equiano.

VIVA.co.id – Hari ini, Senin, 16 Oktober 2017, Google Doodle merayakan ulang tahun Olaudah Equiano yang ke-272. Ia dikenal sebagai tokoh pembebasan perbudakan di Inggris Raya pada abad ke-18.

Sosok Equiano, oleh Google, digambarkan dalam pose menulis. Lengkap dengan pena bulu di tangannya dan sebuah buku. Di bagian latar, sebuah rantai yang putus menggambarkan kebebasan.

Tak ketinggalan pula dua kapal lengkap dengan lautan turut menjadi background. Unsur-unsur gambar tersebut menjadi simbol dari perjalanan hidup Equiano.

Nah, salah satu bentuk perjuangannya adalah dengan membuat otobiografi. Ia blak-blakan menceritakan kisah hidupnya yang pernah terjerumus ke dalam jeratan perbudakan.

Equiano lahir pada 1745 di Essaka, kawasan yang sekarang merupakan wilayah Nigeria. Ketika berusia 11 tahun, ia diculik lalu dijual. Inilah awal mula status budak melekat pada diri Equiano.

Pada 1766, Equiano bebas dari perbudakan. Kemudian, pada 1789, Equiano mempublikasikan otobiografi tentang kehidupannya selama menjadi budak.

Otobiografi inilah yang memperkuat dukungan terhadap Undang-undang Perdagangan Budak yang disahkan pada 1807.

Setelah dasar hukum ditetapkan, era perbudakan di Inggris Raya dan negara-negara koloninya berakhir. Jasa Olaudah Equiano terus dikenang hingga sekarang.

Otobiografinya menjadi mahakarya yang dianggap sebagai permulaan sastra Afrika modern. Equiano meninggal dunia pada 3 Maret 1797 di London, Inggris. (ase)