Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 16 Oktober 2017 | 11:31 WIB
  • EMP, Senjata Pamungkas Korut yang Lebih 'Ngeri' dari Nuklir

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
EMP, Senjata Pamungkas Korut yang Lebih 'Ngeri' dari Nuklir
Photo :
  • ExtremeTech
Ilustrasi dampak ledakan senjata EMP.

VIVA.co.id – Nuklir adalah senjata paling mematikan. Senjata ini bisa menghancurkan sebuah negara sekaligus membunuh makhluk hidup di dalamnya.

Namun, kengerian senjata ini memiliki tandingan. Bahkan tandingannya diyakini lebih dahsyat dari senjata nuklir. Electromagnetic Pulse (EMP) Weapons namanya.

Mengutip situs Bigthink, Senin, 16 Oktober 2017, EMP merupakan medan energi kuat yang dapat membebani atau mengganggu sistem listrik dan microcircuits teknologi tinggi. Ini sangat sensitif terhadap lonjakan daya.

Singkatnya, EMP adalah ledakan energi elektromagnetik yang bisa melumpuhkan seluruh peralatan berbau teknologi secara permanen.

Menurut anggota Kongres Amerika Serikat Bidang Senjata EMP dan Nuklir, William R Graham, efek EMP ini pertama kali diamati selama pengujian awal ketinggian tinggi ledakan nuklir (HANE).

"Dampaknya sangat dahsyat akibat efek yang mampu mematikan sendi kehidupan dalam waktu singkat," katanya. William menambahkan ketika EMP diaktifkan maka semua perangkat langsung mati.

"Tidak ada lampu, komputer, smartphone dan internet. Bahkan, mobil dan pengatur lalu lintas udara serta layanan transaksi keuangan ikut lumpuh. Ini menyebabkan kematian 'perlahan tapi pasti' 90 persen warga Amerika," ungkap William, mengingatkan.

Ia melanjutkan, meski perisai elektronik menyediakan perlindungan namun terbatas, karena setiap jaringan kabel keluar masuk dari peralatan seperti antena, pada dasarnya membimbing aliran tegangan tinggi ke peralatan.

Oleh karena itu, alat tempur berbasis elektronik seperti radar, satelit, jet tempur siluman hingga kapal induk, berpotensi besar terkena dampak EMP.

Sebagaimana diketahui, Kongres AS memperingatkan jika Korea Utara mampu menyerang AS detik ini juga dengan senjata EMP.

Dalam rapat dengar pendapat di Washington DC, Kamis 12 Oktober 2017, para ahli mengatakan bahwa Korea Utara dapat dengan mudah menggunakan skenario 'kiamat' untuk mengubah AS menjadi abu.