Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 17 Oktober 2017 | 14:41 WIB
  • Patungan Publik untuk Pesawat R80 Tembus Rp2,6 Miliar

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Patungan Publik untuk Pesawat R80 Tembus Rp2,6 Miliar
Photo :
  • Kitabisa.com
Patungan pesawat R80 pada medium Kitabisa.com

VIVA – Urunan pengembangan purwarupa Pesawat R80 yang digagas PT Regio Aviasi Industri atau RAI disambut dengan antusiasme tinggi warga Indonesia. 

Sampai Selasa 17 Oktober 2017 siang, hasil urunan daring dari donatur untuk pesawat tersebut telah mencapai Rp2,647 miliar dari total 7068 donatur. Pencapaian donasi itu menjadi rekor terbaru dalam patungan publik non sosial di Indonesia. 

Dana yang disumbangkan donatur bermacam-macam mulai dari Rp20 ribu hingga Rp500 juta. Berbagai komentar semangat dan harapan dari para donatur terpampang di laman Kitabisa.com/pesawatr80.  

"Sukses terus R80 sebagai jagoan barunya industri dirgantara RI. Menuju Indonesia maju!" tulis donatur bernama Inggrid Christine Wennysia. 

Dukungan lain disampaikan donatur lain bernama Wahyu Bhakti. 

"R80 segera mengudara! Ayo buat jet juga! Indonesia butuh banyak jembatan udara!!" tulisnya.

Secara resmi RAI menggandeng medium patungan publik daring, Kitabisa.com. Cara ini dilakukan agar publik bisa ikut menjadi bagian dan mendukung pengembangan program pesawat R80.

Keterlibatan publik dalam patungan publik selain untuk membantu kegiatan preliminary design Pesawat R80, juga merupakan bentuk kampanye agar masyarakat luas mengetahui upaya pembangunan industri dirgantara nasional, produk anak bangsa ini. 

Sebagai bagian dari kampanye penggalangan dana proyek Pesawat R80, PT RAI dan Kitabisa.com mengajak para public figure dan buzzer. Nama yang terlibat antara lain Andien Aisyah, Ippho Santosa, Nadine Chandrawinata, Melanie Subono, Andovi Da Lopez, Fathia Izzati, Kemal Pahlevi, dan masih banyak lagi.

Total Biaya

Total biaya pembuatan purwarupa Pesawat R80 mencapai lebih dari Rp200 miliar. Sedangkan untuk keseluruhan biaya pengembangan usaha mencapai sekitar Rp20 triliun.

Berdasarkan baseline master plan R80, purwarupa R80 akan diujiterbangkan pada 2022. Setelah melewati proses sertifikasi, R80 akan diproduksi secara massal pada 2025. 

Pesawat R80 murni buatan Indonesia. Arsiteknya adalah BJ Habibie, disponsori oleh PT RAI, dan dikerjakan oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

RAI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perancangan, pengembangan, dan manufaktur pesawat terbang, didirikan oleh Presiden RI ke 3 BJ Habibie bersama putra sulungnya Ilham Akbar Habibie.

RAI khusus mengembangkan pesawat udara R80, untuk menjawab kebutuhan angkutan udara regional di Indonesia dan pasar internasional. (ren)