Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 18 Oktober 2017 | 13:49 WIB
  • Dorong Produktivitas Masyarakat, Kemenristek Gelar I3E

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Dorong Produktivitas Masyarakat, Kemenristek Gelar I3E
Photo :
  • Dokumen VIVA.co.id
Inovator Inovasi Indonesia Expo 2017

VIVA – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi akan menyelenggarakan pameran Inovator dan Inovasi Indonesia Expo (I3E) 2017. Pameran yang berlangsung 19-22 Oktober 2017 di Grand City Mall & Convex, Surabaya, Jawa Timur itu bertujuan mendorong produktivitas masyarakat dan bersaing di pasar internasional.  

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe, mengatakan kegiatan ini sejalan dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo pada poin 6 dan 7.

“Sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya dan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, diwujudkan dengan program 1.000 startup,” ujar Jumain, di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta, Senin, 16 Oktober 2017.

Sejak mulai diadakan pada 2015, Kemenristekdikti berhasil mendukung program pemerintah dengan pencapaian 661 startup baru. Terhitung pada 2015 lalu sebanyak 52 startup, sementara pada 2016 sekitar 151 startup. Adapun pada tahun ini sebanyak 458 startup.

Untuk mewujudkan program tersebut, Jumain mengatakan, startup mendapatkan seed funding berupa insentif dan program pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Adapun bidang yang menjadi fokus inovasi teknologi antara lain, pangan, kesehatan dan obat-obatan, transportasi, energi, teknologi informasi komunikasi, pertahanan keamanan, material maju serta bahan baku.

Selain dukungan pendanaan, pameran I3E ini dimaksudkan untuk mengenalkan dan mempromosikan produk-produk inovasi teknologi hasil karya anak bangsa kepada masyarakat luas.

“Pameran I3E adalah upaya hilirisasi serta komersialisasi hasil riset dan pengembangan dari para inovator, baik di perguruan tinggi, lembaga penelitian dan pengembangan (litbang), maupun masyarakat luas,” ujar Jumain. (webtorial)