Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 25 Oktober 2017 | 14:35 WIB
  • Memukau, Siswi SMA Kalimantan 'Sulap' Daun Paku Jadi Kertas

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Mitra Angelia
Memukau, Siswi SMA Kalimantan 'Sulap' Daun Paku Jadi Kertas
Photo :
  • VIVA.co.id/Mitra Angelia
Dua Siswi SMAN Banua, Noni Mila Ardani dan Ni Putu Ayu Ratna Dewi.

VIVA – Tanaman paku liar biasanya hanya menjadi gulma yang tidak memiliki nilai manfaat. Namun, dua siswi dari Sekolah Menengah Atas Negeri Banua, Kalimantan Selatan, mampu 'menyulap' daun paku menjadi kertas.

Keduanya bernama Noni Mila Ardani dan Ni Putu Ayu Ratna Dewi. Mereka adalah finalis dari kompetisi Lomba Karya Ilmiah Remaja, Ilmu Pengetahuan Hayati yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Noni menjelaskan, tumbuhan paku mereka pilih sebagai bahan baku kertas, sebab keberadaan tanaman paku jenis Kalakai melimpah di lahan gambut, Kalimatan Selatan.

"Apalagi lahan gambut potensi terbakarnya tinggi, makanya kita manfaatkan tanaman di lahan tersebut, dan kami menemukan paku mempunyai kandungan holoselulosa tinggi, kandungan itu untuk bahan baku kertas," ujar Noni kepada VIVA.co.id, ketika ditemui di Pameran Indonesia Sceince Expo 2017, Jakarta, Rabu 25 Oktober 2017.

Ia menyatakan, bagian tanaman paku Kalakai yang dimanfaatkan untuk membuat kertas hanyalah bagian daun. Sementara bagian akar masih tersisa, agar tunas-tunas daun tetap tumbuh. Noni dan Ratna menyulap daun paku menjadi kertas hanya dengan proses yang sederhana.

Pertama daun dipotong kecil-kecil, lalu direbus dengan cairan NaOH selama dua jam, ini berfungsi untuk menghilangkan kandungan lignin pada daun, Kemudian bentuk daun berubah menjadi gelap.

Daun Paku Kalakai (atas) dan sudah berbentuk kertas (bawah).

Daun paku jenis Kalakai (atas) (VIVA.co.id/Mitra Angelia).

Kedua, dilakukan proses bleaching atau pemutihan, menggunakan kaporit dan H2O2. Semakin lama proses bleaching, maka warna akan semakin putih. Bentuk daun berubah seperti gel. "Kita bleaching selama 30 menit, itu hasilnya sudah bagus," ujar Noni.

Setelah itu, daun paku berbentuk gel disemai di dalam sebuah bak berisi air, gel akan mengapung. kemudian letakkan alat screen sablon pada permukaan bak, otomatis gel akan mengumpul pada screen sablon, lalu angkat.

Selanjutnya, proses mencetak, gel di dalam screen sablon cukup di pres menggunakan triplek. Lalu dijemur di bawah terik matahari sampai tiga jam. Angkat, dan terbentuklah lembaran kertas.

Noni menyebutkan sebanyak 790 gram daun tanamam paku dapat menghasilkan 20 lembar kertas ukuran A4. Pada tanaman paku mereka menemukan kandungan holoselulosa-nya 59,94 persen.

Sementara, untuk bahan baku kertas, sebuah benda dengan kandungan holoselulosa minimal 40 persen sudah bisa dijadikan sebagai bahan baku kertas. "Semakin tinggi kandungan homoselulosa semakin bagus," ungkap Noni.