Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 27 Oktober 2017 | 10:59 WIB
  • Proportide, Aplikasi Pengukur Berat Badan ala Siswa Bali

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Mitra Angelia
Proportide, Aplikasi Pengukur Berat Badan ala Siswa Bali
Photo :
  • VIVA.co.id/Mitra Angelia
Aplikasi Proportide.

VIVA – Era digitalisasi dimanfaatkan secara optimal oleh berbagai kalangan. Banyak aplikasi-aplikasi bermunculan untuk mempermudah dan mempercepat aktivitas.

Seperti ide kreatif oleh dua siswa dari Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Denpasar, Bali, ini, dengan membuat aplikasi untuk mendeteksi proporsi tubuh seseorang dengan menganalisis foto. Keduanya bernama Akira Ivandio Agusta dan Wiprahyanti Suaryasa.

"Aplikasi ini namanya Proportide. Bisa mendeteksi seseorang itu kegemukan atau terlalu kurus," ujar Wiprahyanti kepada VIVA.co.id, di Indonesia Sceince Expo, Balai Kartini, Jakarta, Kamis, 26 Oktober 2017.

Selain mengukur proporsi tubuh, aplikasi ini kata Wiprahyanti juga bisa mendeteksi penyakit lordosis dan kifosis, dengan mendeteksi foto tampak samping. Serta mengukur penyakit Skoliosis kiri dan kanan, dengan mendeteksi foto tampak belakang.

Cara menggunakan aplikasi ini cukup mudah. Ketika membuka aplikasi pengguna langsung tersambung dengan dua fitur utama, yaitu Load dan Camera.

Load untuk memilih foto dari album dan Camera untuk pilihan membidik foto. Setelah dipilih foto, ada pilihan di bawahnya.

Ivandio Agusta (kanan) dan Wiprahyanti Suaryasa.

Apakah ingin mendeteksi proporsi tubuh, postur tubuh tampak samping atau tampak belakang. Pilih salah satunya, kemudian analyse.

"Ingat foto yang dimasukkan harus sesuai dengan pilihan sebelum analisis. Syarat lain, foto harus tampak seluruh badan," paparnya.

Pada tampilan analyse, terdapat analisis dan solusi yang diberikan. Wiprahyanti menjelaskan, analisis proporsi tubuh dan postur tubuh sehat menggunakan metode elliptic fourier descriptors dan konsep jarak euclidean.

Sebagai informasi, lordosis adalah penyakit kelainan pada tulang belakang yang menyebabkan punggung penderita terlalu melengkung masuk pada daerah pinggang.

Sedangkan, kifosis adalah penyakit kelainan pada tulang belakang yang menyebabkan tubuh penderita melengkung ke depan melebihi batas normal atau bungkuk.

Adapun skoliosis adalah kondisi melengkungnya tulang belakang ke samping secara tidak normal.

Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak sebelum masa pubertas dengan kisaran usia 10-15 tahun. Melengkungnya bisa ke kiri dan ke kanan.