Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 31 Oktober 2017 | 14:13 WIB
  • Neurosains Bisa 'Membaca' Pikiran Orang Niat Bunuh Diri

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Neurosains Bisa 'Membaca' Pikiran Orang Niat Bunuh Diri
Photo :
  • unocero
Ilustrasi gelombang otak.

VIVA – Ilmuwan dari Universitas Carnegie Mellon, Pennsylvania, Amerika Serikat, melatih sebuah program komputer untuk mengidentifikasi pikiran orang yang berniat bunuh diri berdasarkan pemindaian otak mereka.

Psikolog Marcel Just mengatakan, penelitian kecil ini nantinya bisa digunakan untuk mendiagnosis kondisi kesehatan mental seseorang, khususnya bagi orang yang frustasi dan ingin bunuh diri.

Sebagaimana diketahui, hampir satu juta orang di seluruh dunia tiap tahunnya meninggal dunia akibat bunuh diri.

Just mengungkapkan, ia dan para peneliti mengamati aktivitas otak dua kelompok orang dewasa, yaitu orang yang punya niat bunuh diri dan yang tidak punya niat.

Kemudian, data dari dua kelompok yang berjumlah 34 orang sukarelawan ini dikirim ke algoritma untuk 'dibaca' siapa saja orang yang mempunyai niat kuat bunuh diri.

Dari tiga puluh empat sukarelawan berpartisipasi dalam penelitian ini, sebanyak 17 punya pemikiran bunuh diri dan 17 lainnya tidak.

"Hasil cukup mengejutkan, karena memiliki tingkat akurasi 91 persen untuk yang niat bunuh diri, dan meramalkan seseorang yang telah mencoba bunuh diri sebelumnya dengan tingkat akurasi mencapai 94 persen," kata Just, seperti dikutip The Average, Selasa, 31 Oktober 2017.

Sementara itu, pakar neurosains, Blake Richards, mengatakan hasil kerja algoritma ini menarik, namun tidak cukup kuat untuk membuat tes ini bermanfaat untuk diagnosa.

Selain itu, pola aktivitasnya masih berkorelasi, bukan sebab akibat. "Keakuratan hasilnya, mungkin tinggi, tapi agar program ini bermanfaat di dunia klinis serta membenarkan semua jenis intervensi medis, maka harus disempurnakan, ungkap Blake.

Ia optmistis ke depan algoritma ini dapat digunakan untuk mendiagnosa orang yang punya niat bunuh diri, atau bahkan, untuk memeriksa orang yang memiliki gangguan kejiwaan.