Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 1 November 2017 | 12:02 WIB
  • Dirut Telkomsel Bicara Kesetaraan Akses Komunikasi

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Dirut Telkomsel Bicara Kesetaraan Akses Komunikasi
Photo :
  • Dok. Tsel
Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah di IPB

VIVA – Akses komunikasi seharusnya bisa diterapkan secara merata di seluruh pelosok negeri. Akses ini dianggap sangat penting dalam menunjang perekonomian bangsa.

Hal ini diungkap oleh Direktur Telkomsel, Ririek Adriansyah, saat menghadiri kegiatan Kementerian BUMN di Kampus IPB, beberapa waktu lalu. Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah bersama Direksi Pegadaian dan Direksi PLN menjadi pembicara utama yang memberikan materi bertemakan 'Membangun Ekonomi Indonesia Berkeadilan'.

Acara yang dihadiri sekitar 1.300 mahasiswa IPB dan perguruan tinggi lainnya di Bogor ini cukup menarik perhatian. Ririek dengan bersemangat menjelaskan betapa Telkomsel telah melakukan segala upaya untuk bisa membangun akses komunikasi di seluruh pelosok Indonesia, khususnya seluler.

"Dengan lebih dari 14 ribu BTS di seluruh Indonesia, disertai pengembangan layanan berbasis digital, Telkomsel berharap dalam mendukung terciptanya ekosistem perekonomian yang semakin modern," ujarnya.

Ririek juga berharap, mahasiswa mampu menjadi ujung tombak utama bangsa Indonesia dalam menopang kesetaraan ekonomi, melalui pengaplikasian ilmu terapan yang bermanfaat.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri BUMN Rini Soemarno menyapa ribuan mahasiswa melalui video yang ditayangkan di awal acara. 

Seperti diketahui, Telkomsel baru saja memenangkan tambahan frekuensi 2,3 GHz pada lelang yang dilaksanakan oleh Kemenkominfo. Dengan diumumkannya Telkomsel sebagai pemenang lelang spektrum frekuensi 2,3 GHz, komposisi alokasi frekuensi yang dimiliki Telkomsel adalah lebar pita 30 MHz untuk frekuensi 2,3 GHz, frekuensi 2,1 GHz dengan lebar pita 15 MHz, frekuensi 1,8 GHz dengan lebar pita 22,5 MHz, frekuensi 900 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz, dan frekuensi 800 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz.

Sampai semester pertama tahun 2017, Telkomsel mengklaim telah membangun sekitar 146.000 BTS. Dari angka tersebut, 65 persen merupakan BTS broadband, baik 3G maupun 4G. 

Beberapa wilayah terluar Indonesia juga telah diselimuti jaringan Telkomsel seperti Pulau Sangihe, Maumere, Pulau Weh, dan Pulau Biak. Ada juga Kepulauan Natuna dan Anambas, Kepulauan Riau. Bahkan, operator seluler ini menggelar jaringan di titik terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, yakni Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Malaysia.