Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 1 November 2017 | 17:55 WIB
  • Bos Bukalapak: Biarkan Asing Masuk, Kendali Tetap di Kita

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia
Bos Bukalapak: Biarkan Asing Masuk, Kendali Tetap di Kita
Photo :
  • Viva.co.id/Amal Nur Ngazis
Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak, Achmad Zaky

VIVA – Gencarnya investasi asing menyuntik perusahaan rintisan atau startup lokal mendapat perhatian dari medium marketplace daring lokal, Bukalapak. 

Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak Achmad Zaky menyambut baik arus modal asing di industri startup dan ekonomi digital tanah air. Namun Zaky punya catatan khusus, yakni biarlah asing mendanai perusahaan lokal tapi jangan sampai asing mencaplok pemain lokal. 

"Soal asing kami tak anti. Kami terbuka dengan asing. Tapi biar kita maju terbuka dengan asing, kita yang harus mengontrol," ujarnya ditemui di sela konferensi Tech In Asia Jakarta 2017 di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Rabu 1 November 2017. 

Menurut pria asal Sragen itu, kepemilikan atau investasi asing pada perusahaan atau startup lokal harus ada pembatasan. Tujuannya agar asing tidak mengendalikan startup di kemudian hari sehingga aset lokal tetap terjaga. 

"Asing bolehlah tapi cuma 20 persen saja. Kalau nanti fundraising tumbuh, kita tetap yang kontrol," ujarnya. 

Dia menuturkan komitmen kemandirian dari asing perlu dibangun oleh pengembang startup lokal. Zaky menegaskan, komitmen tersebut tetap dibangun di Bukalapak agar terus berbendera Indonesia. 

"Yang menej, karyawan itu kita yang kontrol. Jadi ini inline dengan misi Indonesia," ujarnya. 

Soal adanya minat besar pemodal ventura untuk menyuntikkan investasinya pada perusahaan lokal, Zaky menyambutnya dengan gembira. Antusiasme itu menunjukkan pasar Indonesia sangat potensial. 

Namun, dia mewanti-wanti, suntikan investasi asing jangan sampai membuat aset lokal yang sudah susah payah dikembangkan pengembang lepas ke luar negeri. 

Jejak investasi asing pada platform di Indonesia terus mengalir. Tahun lalu, Alibaba menguasai mayoritas Lazada Group SA dengan membeli sahamnya sebesar US$1 miliar (Rp13,13 triliun). Seakan tak puas, perusahaan teknologi besutan Jack Ma ini kemudian 'membuang duit' lagi pada pertengahan tahun ini. Tepat Kamis, 17 Agustus 2017, Alibaba menyuntikkan dana segar ke Tokopedia sebesar US$1,1 miliar (Rp14,45 triliun).

Hal ini, sepertinya, membuat 'panas' JD.com. Alhasil, mereka dikabarkan menyuntikkan uang sebesar US$100 juta (Rp1,32 triliun) ke Gojek. Rival terbesar Alibaba ini sebelumnya dikabarkan telah menggelontorkan dana melalui induk perusahaannya, Tencent Holdings Ltd, sebesar US$150 juta atau hampir Rp2 triliun ke Gojek. Sedangkan Traveloka mendapatkan kucuran dana  sekitar US$500 juta (Rp6 Triliun) dari Expedia, East Ventures, Hillhouse Capital Group, JD.com, dan Sequoia Capital.

  • Bukalapak Ungkap Jurus Gaet Pelapak-pelapak Online Baru
    Bukalapak Ungkap Jurus Gaet Pelapak-pelapak Online Baru
  • Bos Bukalapak Jadi Orang Paling Populer di LinkedIn
    Bos Bukalapak Jadi Orang Paling Populer di LinkedIn
  • Aplikasi Tertinggi di Android dan iOS, Ini Kunci Bukalapak
    Aplikasi Tertinggi di Android dan iOS, Ini Kunci Bukalapak
  • Bukalapak Pakai Kecerdasan Buatan Cegah Tipu-tipu
    Bukalapak Pakai Kecerdasan Buatan Cegah Tipu-tipu
  • Bangun Sistem, Bukalapak Tak Kejar Teknisi Asing
    Bangun Sistem, Bukalapak Tak Kejar Teknisi Asing
  • Order Konsumen Dibawa Kabur Gojek, Ini Penjelasan Bukalapak
    Order Konsumen Dibawa Kabur Gojek, Ini Penjelasan Bukalapak