Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 2 November 2017 | 08:44 WIB
  • Indonesia Jadi Pemimpin Kecerdasan Buatan, Ini Tantangannya

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Indonesia Jadi Pemimpin Kecerdasan Buatan, Ini Tantangannya
Photo :
  • VIVA.co.id/Amal Nur Ngazis
Konferensi Tech In Asia Jakarta 2017

VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence sudah dalam kehidupan sehari-hari pada era digital. 

Manfaat teknologi ini begitu terasa dalam industri digital. Mulai manfaat mendekatkan penyedia layanan dengan pengguna hingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan. 

Dari sisi kedekatan pelanggan, artificial intelligence bisa dipakai untuk mengetahui apa saja yang diinginkan dan memanjakan pengguna. Sementara itu, dari sisi perusahaan, efisiensi komunikasi yang ditawarkan AI membuka potensi pendapatan baru bagi layanan lain yang memudahkan pengguna. 

Core Leader for Digital Mc Kinsey South East Asia, Sachin Chitturu menjelaskan ada beberapa tantangan AI di Indonesia. 

Dia mengatakan, agar Indonesia bisa menjadi pemimpin dalam AI harus menyelesaikan beberapa hal penting. 

"Untuk Indonesia, saya rasa perlu ketersediaan dan infrastruktur (untuk mendukung AI). Perlu juga akses mendapatkan talenta," kata dia di Konferensi Tech In Asia Jakarta 2017 di Balai Sidang Jakarta Convention Center di Jakarta, Rabu 1 November 2017. 

Selain soal hal tersebut, Indonesia perlu juga memastikan bagaimana ruang pengambilan data dan menyediakan data ke publik atau open data platform. 

Sebab, bicara AI maka akan berbicara bagaimana mengelola data untuk bisa mengetahui keinginan pelanggan. Menurutnya, dalam pengembangan AI, data dan penyedia layanan telekomunikasi begitu urgen. Data dipakai untuk mengembangkan perusahaan, perusahaan rintisan atau startup atau dikelola sendiri. 

Sementara itu, penyedia telekomunikasi umumnya memiliki pelanggan yang besar dan dekat dengan pelanggan. 

Hal penting lainnya, menurut Chitturu, yakni kemampuan mengembangkan algoritma. 

Dia mengatakan, momentum Indonesia bisa menjadi pemimpin AI bisa mengambil langkah dari agenda smart city yang digagas beberapa pemerintahan daerah di Indonesia.

"Agenda smart city itu. Apa yang sudah dikerjakan di sini. Bagaimana smart city sudah memberikan pembelajaran bagi edukasi dan transportasi," tuturnya. 

Selanjutnya, kata Chitturu, agar menjadi pemimpin dalam AI, Indonesia perlu untuk memberikan akses data ke kalangan startup atau perusahaan rintisan yang ada di Indonesia. 

"Penting bagi startup untuk merasakan pengalaman AI," katanya.