Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 6 November 2017 | 12:11 WIB
  • Mau Diet, Konsumsilah Jamur

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Mitra Angelia
Mau Diet, Konsumsilah Jamur
Photo :
  • Pixabay/congerdesign
Jamur.

VIVA – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menyatakan bahwa jamur pangan bagus dikonsumsi bagi pelaku diet. Sebab, jamur pangan memiliki kadar kalori yang rendah.

Jenis jamur pangan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 511/Kpts/PD.310/9/2006 tanggal 12 September 2006 tentang Jenis Komoditi Tanaman Binaan Direktorat Jenderal Hortikultura, antara lain Jamur Merang (Volvariella), Jamur Tiram (Pleurotus), dan Jamur Kuping (Auricularia).

Selanjutnya, Jamur Shitake (Lentinus), Jamur Kancing/Champignon (Agaricus) serta Jamur Lingchi (Ganoderma).

Peneliti Budidaya Jamur Pangan, Pusat Penelitian Biologi LIPI, Iwan Saskiawan mengatakan, jamur sebagai salah satu bahan makanan yang memiliki cita raza yang lezat. Lebih penting lagi jamur mempunyai gizi yang tinggi.

"Jamur termasuk dalam pangan fungsional yang dapat dikonsumsi tanpa dosis tertentu. Selain itu, jamur juga bisa untuk diet maupun menu sehari-hari lezat dan bergizi," ujar Iwan, di Gedung LIPI, Jakarta, Senin, 6 November 2017.

Dari hasil penelitian, Iwan melanjutkan, rata-rata jamur mengandung 19-35 persen protein lebih tinggi jika dibandingkan dengan beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen).

Asam amino esensial yang terdapat pada jamur, ada sekitar sembilan jenis dari 20 asam amino yang dikenal. Selain itu, 72 persen lemak jamur termasuk jenis lemak tidak jenuh.

Jamur juga mengandung berbagai jenis vitamin, antara lain B1 (thiamine), B2 (riboflavin), niasin dan biotin. Selain elemen mikro, jamur juga mengandung berbagai jenis mineral, antara lain K, P, Ca, Na, Mg dan Cu.

Jumlah kandungan seratnya yang berkisar antara 7,4-24,6 persen sangat baik untuk pencernaan. Jamur juga mengandung senyawa yang bersifat antitumor, menurunkan kolesterol dan antioksidan.

"Kami menyimpulkan bahwa kandungan riboflavin, asam Nicotinat, Pantothenat, dan biotin (Vitamin B), masih terpelihara dengan baik meskipun jamur telah dimasak," ungkapnya.

Karena beragam khasiatnya, kata Iwan, maka jamur dimasukkan ke dalam kategori pangan fungsional. Pengertian pangan fungsional menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah bahan makanan alamiah.