Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 8 November 2017 | 11:16 WIB
  • Jadi 280 Karakter, Twitter Panen Kritik

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Jadi 280 Karakter, Twitter Panen Kritik
Photo :
  • REUTERS/Thomas White
Ilustrasi Twitter.

VIVA – Twitter telah memperluas ruang untuk postingan menjadi 280 karakter. Perluasan itu memungkinkan pengguna Twitter bisa lebih panjang menuliskan postingannya di medium tersebut. Sebelumnya Twitter sudah dikenal dengan microblogging 140 karakter. 

Dalam keterangan di blog perusahaan, Rabu 8 November 2017, Twitter mengatakan, perluasan batasan karakter itu akan memungkinkan pengguna lebih mudah menyampaikan ekspresinya. 

Langkah perluasan karakter ini menjadi jawaban pada akhir September lalu. Dua bulan lalu, Twitter sudah memberikan sinyal akan memperluas menjadi 280 karakter. 

Kala itu, situs microblogging itu mendapatkan data sembilan persen postingan dalam Bahasa Inggris menembus 140 karakter, bandingkan dengan postingan dalam Bahasa Jepang yang menembus 140 karakter hanya 0,4 persen. Artinya ada beberapa bahasa yang memerlukan lebih dari 140 karakter.

Sementara dalam pengujian perluasan karakter baru itu, hanya satu persen postingan yang menembus 280 karakter. 

"Selama hari-hari pertama pengujian perluasan karakter ini, banyak orang memposting penuh dalam 280 karakter, karena ini adalah benar-benar baru. Tapi segera setelah itu kami melihat orang memang perlu lebih dari 140 karakter," ujar Product Manager Twitter, Aliza Rosen. 

Dia mengatakan, dengan 280 karakter pengguna Twitter bisa memposting makin mudah dan makin sering. Rosen meyakini, masih banyak pengguna yang akan memposting kurang dari 140 karakter dan itu menunjukkan karakter khas Twitter dengan keringkasannya. 

Baca: Twitter Ingin berubah jadi 280 karakter

Keputusan Twitter memperluas menjadi 280 karakter mendapat kritik dari sejumlah pengguna. Dikutip dari Techcrunch, banyak yang menilai 280 karakter akan membuat Twitter jarang dibaca sebab postingan panjang akan memenuhi lini masa mereka. 

Kritik lainnya, seharusnya Twitter merilis fitur yang lebih penting yakni tools untuk melawan pelecehan dan intimidasi yang merajalela di medium tersebut. 

Perluasan 280 karakter juga dinilai sebagian pengguna tidak begitu berarti, dalam meningkatkan ekspresi pengguna secara lebih baik. Pengguna diperkirakan akan tetap memposting hal yang sama namun dengan lebih banyak kata, alis boros kata.