Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 9 November 2017 | 17:24 WIB
  • Facebook Minta Pengguna Kirim Foto Telanjang, Ada Apa?

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Facebook Minta Pengguna Kirim Foto Telanjang, Ada Apa?
Photo :
  • REUTERS/Thomas White
Logo aplikasi media sosial Facebook.

VIVA – Facebook terus berupaya memberantas pelecehan daring yang muncul pada mediumnya. Cara terbaru, Facebook menempuh cara yang aneh, yakni meminta pengguna mengirimkan foto telanjang dan foto syur mereka masing-masing.

Dikutip dari USA Today, Kamis, 9 November 2017, permintaan foto telanjang ini hanya dilakukan Facebook untuk penggunanya di Australia. Cara ini merupakan salah satu program percontohan Facebook untuk memberangus potensi pelecehan dan balas dendam porno secara daring di mediumnya. 

Dalam program percontohan ini, Facebook bekerja sama dengan badan pemerintah Australia, eSafety Commissioner. Keduanya mengumumkan permintaan foto telanjang pengguna untuk mencegah pengguna lain menyebarkan foto intim pengguna. 

Menurut kantor eSafety Commissioner, jika pengguna Facebook di Australia punya perhatian dengan risiko penyebaran foto intim secara daring, dia diminta untuk mengirim formulir daring dan kemudian diperintahkan mengirimkan foto syur mereka menggunakan Messenger. 

Begitu Facebook menotifikasi foto yang dikirimkan, media sosial besutan Mark Zuckerberg itu akan menggunakan teknologi pencocokan untuk mengakses dan men-tag foto telanjang pengguna tersebut. Tujuannya mencegah orang lain membagi foto intim tersebut di medium Facebook. 

"Kerja sama ini membuat pengguna Australia punya peluang khusus untuk secara proaktif dari risiko penyalahgunaan gambar," jelas salah satu pejabat eSafety Commissioner Australia, Julie Inman Grant. 

Menurut badan pemerintah Negeri Kanguru itu, satu dari 5 orang Australia telah menghadapi penyalahgunaan foto daring. Foto intim mereka telah di-posting di media sosial tanpa izin dari pengguna. 

"Program ini punya kendali potensial dan memberi kuasa pelaksana kepada para korban, terutama dalam kasus pembalasan penyebaran foto intim dari sang mantan," jelas Grant. 

Program permintaan foto telanjang ini merupakan cara Facebook yang dilakukan di berbagai negara tertentu, di antaranya di Amerika Serikat, Inggris dan Kanada. 

Sebelumnya, pada April lalu, Facebook punya cara untuk mengantisipasi pelecehan seksual berbasis penyebaran gambar di mediumnya, yakni dengan menggunakan tools kecerdasan buatan. Prinsipnya sama teknologi kecerdasan buatan akan mencocokkan gambar intim pengguna dan akan mencegah foto itu muncul di Messenger maupun Instagram. (ase)