Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 10 November 2017 | 12:03 WIB
  • Mantan Presiden: Facebook Hadir untuk Eksploitasi Manusia

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Mantan Presiden: Facebook Hadir untuk Eksploitasi Manusia
Photo :
  • technoghana.com
Sean Parker

VIVA – Mantan Presiden Facebook Sean Parker menyesal telah ikut membesarkan media sosial populer tersebut. Parker mengatakan, Facebook telah mengubah apa yang selama ini dilakukan manusia dan telah ada konsekuensi tak diinginkan dari perkembangan medium tersebut. Facebook makin adiktif. 

"Facebook pada dasarnya mengubah hubungan kita dengan masyarakat satu sama lain. Facebook tampaknya mengganggu produktivitas dalam cara yang aeh. Hanya tuhan yang tahu apa yang dikerjakan Facebook pada otak anak-anak kita," ujar Parker dalam wawancara yang laporan Axios dan dikutip dari Cnet, Jumat 10 November 2017. 

Parker mengakui Facebook dirancang untuk mengeksploitasi cara orang dalam berpikir dan berperilaku. 

Mantan petinggi Facebook itu juga menuturkan, media sosial itu telah mengeksploitasi kerentanan psikologis manusia melalui umpan balik validasi yang membuat orang terus memposting, like dan berkomentar. Hal ini menurutnya menimbulkan kecanduan yang berlebihan. 

"Ini mirip apa yang akan dilakukan peretas, karena Anda memanfaatkan kerentanan dalam psikologi manusia," jelasnya. 

Namun sisi negatif dari Facebook itu menurutnya tidak menjadi masalah bagi pendiri Facebook Mark Zuckerberg, sampai pendiri Instagram Kevin Systrom. Bahkan Parker mengakui, dahulu dia juga turut tak mempermasalahkan hal tersebut. 

"Kami sadar dan tetap melakukannya," jelas Parker yang kini menjadi pendiri dan Ketua dalam Parker Institute for Cancer Immunotherapy. 

Bukan hanya Parker yang makin khawatir dengan sifat adiktif, efek psikologis dan teknologi sosial dari Facebook. Bulan lalu, pencipta tombol 'like', Justin Rosenstein mengaku khawatir dengan perkembangan kecanduan pada Facebook.