Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 13 November 2017 | 08:17 WIB
  • Bitcoin Punya Pesaing, Namanya Chia

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Bitcoin Punya Pesaing, Namanya Chia
Photo :
  • REUTERS/Dado Ruvic
Bitcoin.

VIVA – Mata uang digital Bitcoin tak lama lagi punya pesaing. Namanya Chia yang rencananya akan diluncurkan pada kuartal II 2018.

Pencipta Chia, Bram Cohen, mengaku kalau dirinya 'selangkah lebih dekat' untuk memecahkan hegemoni Bitcoin.

"Idenya membuat Bitcoin dan jaringan infrastrukturnya yang lebih baik dan ramah lingkungan," kata dia, seperti dikutip Techcrunch, Senin, 13 November 2017.

Cohen mengklaim bahwa Chia mampu memecahkan dua masalah utama yang terdapat pada Bitcoin.

Dampak lingkungan dan ketidakstabilan yang timbul dari beberapa 'penambang' Bitcoin akibat pemakaian listrik yang boros.

Sedikit informasi, istilah penambang adalah nama pengguna yang melakukan transaksi Bitcoin. Dalam prosesnya, penambang menggunakan komputer untuk bertransaksi.

Semakin tinggi tingkat kesulitan menambang Bitcoin maka semakin lama pula penggunaan komputer sehingga memakan daya listrik yang besar.

Selain itu, diperlukan semacam komputer khusus yang bisa menyelesaikan proses penambangan dengan lebih cepat dibanding komputer biasa.

Bagaimana cara kerja Chia? Mengutip situs Fossbytes, sebenarnya sama seperti Bitcoin. Yang membedakan adalah Cohen memberi nama penggunanya 'Petani'.

Petani harus membuktikan bahwa mereka telah menggunakan sumber daya dengan bukti ruang dan waktu (ruang penyimpanan/hard drive) untuk membuat blok baru yang didesain Cohen.

Sebagai imbalan, Petani mendapat ganjaran dan biaya transaksi untuk semua transaksi yang mereka lakukan. Dengan setiap blok yang dicetak, blok baru akan menjadi mahal untuk diproduksi.

Begitu blok baru dicetak, petani akan beralih ke 'lahan pertanian' atas blok baru tersebut. Dengan bukti penyimpanan di Chia, pengguna bisa ikut ‘bertani’ tanpa biaya tambahan.

Selain itu, mata uang digital yang diklaim Cohen hijau atau ramah lingkungan ini juga membahas sifat Bitcoin yang boros.

Chia justru lebih murah karena berbiaya listrik rendah sehingga tidak menciptakan panas akibat gelombang elektronik yang berlebihan.

"Kami membangun Blockchain (jaringan infrastruktur Chia) berdasarkan bukti ruang dan waktu untuk membuat Cryptocurrency hemat listrik, lebih terdesentralisasi dan lebih aman," ungkap Cohen, dengan perusahaan yang didirikannya, Chia Network.