Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 16 November 2017 | 19:12 WIB
  • Startup Lokal Ini Ingin 'Lahirkan' Botpreneurs, Apa Itu?

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Lazuardhi Utama
Startup Lokal Ini Ingin 'Lahirkan' Botpreneurs, Apa Itu?
Photo :
  • www.techcrunch.com
Ilustrasi chatbot

VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence sudah dalam kehidupan sehari-hari pada era digital. Manfaat teknologi ini begitu terasa dalam industri digital.

Mulai manfaat mendekatkan penyedia layanan dengan pengguna hingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan. 

Menurut Chief Executive Officer Kata.ai, Irzan Raditya, artificial intelligence (AI) membuat manusia lebih produktif serta kualitas lebih baik.

Ia lalu mencontohkan chatbot yang membantu dalam memasarkan produk, memproses transaksi jual beli, hingga mengumpulkan data perilaku konsumen.

"Chatbot kami mampu mengenali frasa-frasa dalam bahasa Indonesia, kemudian membalas frasa tersebut dengan respons relevan. Ada dari industri telekomunikasi maupun e-commerce," kata Irzan kepada VIVA, Kamis 16 November 2017.

Kendati demikian, ia mengatakan ada jenis pekerjaan tertentu yang tidak bisa dilakukan oleh AI, di antaranya memproses keluhan atau yang sifatnya high touch services. "Itu tetap ranah manusia yang tidak tergantikan," papar dia.

Kata.ai diklaim sebagai perusahaan rintisan atau startup teknologi lokal pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan melalui chatbot atau platform percakapan mesin antara perusahaan dengan konsumen.

Irzan menuturkan, pelanggan yang sudah memakai jasa perusahaannya antara lain Telkomsel, untuk customer support, dan Unilever, untuk divisi marketing.

Akhir tahun ini, Irzan mengaku akan membuka diri dan akses lebih luas untuk mengenalkan chatbot AI ke seluruh industri. Meski begitu, ia memiliki target awal.

"Target kami startup dan developer lokal yang sebanyak-banyaknya untuk membuat aplikasi chatbot AI berbahasa Indonesia," ungkapnya.

Dengan begitu, mereka tidak perlu repot membuat algoritma. Irzan pun memiliki mimpi yang ingin diwujudkannya. "Kami ingin men-democratize teknologi ini dan melahirkan botpreneurs," kata dia. (art)