Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 20 November 2017 | 20:15 WIB
  • Ketika Pati Singkong 'Disulap' Jadi Infus

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Mitra Angelia
Ketika Pati Singkong 'Disulap' Jadi Infus
Photo :
  • http://www.bebeja.com
Singkong.

VIVA – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan PT Phapros (Persero) Tbk menandatangani perjanjian kerja sama untuk mengubah pati singkong menjadi bahan baku infus.

Pati singkong bisa menghasilkan dekstrosa monohidrat (DMH), yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku obat infus dan oralit.

Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT, Eniya Listyani Dewi mengatakan, saat ini hampir 95 persen bahan baku obat berasal dari impor.

Padahal Indonesia punya potensi sumber daya alam yang kaya, bisa digunakan untuk bahan baku obat.

"Kami bangun bahan baku obat untuk infus glukosa dari DMH. Baru kami buat desain pilot project-nya yang mampu menghasilkan 3.000 ton (DMH) per tahun," ujar Eniya di Jakarta, Senin, 20 November 2017.

Ia mengatakan harga singkong per kilogram hanya Rp1.000. Tapi, jika diolah menjadi pati untuk farmasi harganya bisa mencapai Rp30 ribu per kilogram.

Pilot project bersama Phapros akan dimulai pada 2019 dengan wilayah yang dipilih adalah Lampung. "Alasannya karena Lampung sebagai penghasil singkong terbesar di Indonesia," ungkap Eniya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Phapros, Barokah Sri Utami menuturkan, perusahaannya dipilih BPPT lantaran sudah berpengalaman dalam menghasilkan DMH skala laboratorium.

"Kebutuhan DMH cukup tinggi. Salah satu penyakit yang diobati dengan bahan baku obat DMH adalah demam berdarah. Sesuai dengan Inpres No 6 Tahun 2016 terkait kemandirian obat, semoga kita bisa mewujudkannya bersama-sama," ujar Sri. (ase)