Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 21:26 WIB
  • Generasi Milenial, Antara Startup dan Hoaks

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Generasi Milenial, Antara Startup dan Hoaks
Photo :
  • REUTERS/Charles Platiau
Telepon - smartphone - mobile phone - hp - gadget - internet - generasi milenial

VIVA – Generasi milenial punya karakter yan berbeda dengan generasi pendahulunya. Isu generasi milenial dianggap merupakan topik yang menarik dan relevan didalami, sebab generasi ini tumbuh dan berkembang dalam arus informasi yang kian pesat. 

Salah satu topiknya yakni soal cara pandang generasi milenial dalam memilih pekerjaan maupun pendidikan, sebab hal ini terkait langsung dengan masa depan mereka. Generasi ini dipandang lebih tertarik dengan kewirausahaan.

”Kewirausahaan merupakan alternatif penting, bisa dilihat dari menjamurnya bisnis startup. Menjadi bagian dari dinamika perkembangan zaman perlu disikapi positif, misalnya mengikuti tren mengembangkan bisnis startup, online business dan masih banyak alternatif usaha era milenial lainnya yang sedang on saat ini,” ujar Putra Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono dalam keterangannya, Senin 27 November 2017.
 
Untuk itu, pria yang menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat itu berharap pemerintah bisa menyediakan wadah untuk pengembangan bisnis generasi milenial tersebut.

Di depan Seminar Generasi Milenial dengan topik Tantangan Dan Peluang Pemuda Indonesia untuk Membangun Indonesia yang Maju, Kuat, dan Sejahtera, pria yang akrab disapa Ibas itu melihat, perkembangan generasi milenial lain yang patut menjadi perhatian yakni soal gaya hidup teknologi dan internet. Dia melihat ada kecenderungan generasi milenial lebih ekspresif dengan konten digital. Maka konsekunsinya, kadang muncul gaya hidup hedonis.

Dia juga menyoroti soal penyebaran pesan lewat media sosial dan medium lain di internet yang banyak tidak substansial. Ironisnya, generasi milenial ikut larut dalam arus tersebut. 

“Saya mengamati masih ada euforia bersosial media walaupun isu atau topik yang sedang tren di sosial media tersebut adalah 'hoax'. Jadi penting bagi kita untuk melihat betul apa arti nasionalisme bagi generasi milenial ini, dan sejauh mana implementasi nilai-nilai tersebut mampu diserap dengan baik oleh generasi penerus bangsa," ujarnya. 

Diskusi generasi milenial tersebut juga dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Direktur Eksekutif Yudhoyono Intitute Agus Harimurti Yudhono (AHY) dan para elemen organisasi pemuda dan komunitas bloger se-Indonesia.