Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 7 Desember 2017 | 12:29 WIB
  • Mineral Langka Bisa Bikin Internet 1.000 Kali Lebih Cepat

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia
Mineral Langka Bisa Bikin Internet 1.000 Kali Lebih Cepat
Photo :
  • www.pixabay.com/Fotocitizen
Ilustrasi broadband dan internet

VIVA – Sebuah mineral langka telah ditemukan di Rusia sejak 1830. Mineral bernama perovskite itu bisa menjadi cikal bakal pengganti fiber optik untuk internet berkecepatan tinggi.

Perovskite (CaTiO3), atau dibaca kalsium titanium oksida mineral. Keajaibannya terletak pada kemampuan mineral ini menampung banyak kation dalam struktur fisiknya. Secara tidak langsung, ini memberikan keuntungan untuk kita memodifikasi sesuai keinginan. 

Kation sendiri, merupakan ion bermuatan positif yang terbentuk karena atom kehilangan satu atau lebih elektron selama terjadi reaksi kimia.

Mineral ini sejatinya ditemukan di pegunungan Ural, Rusia pada 1839. Saat ini, beberapa negara diketahui juga memiliki mineral ini dan mulai menambangnya, di antaranya di Arkansa, Ural, Swiss, Swedia, dan Jerman.

Namun, setiap negara memiliki karakteristik kimia perovskite yang berbeda. Salah satunya yang pernah ditemukan pada 2009, yang mampu menyerap cahaya matahari dan menghasilkan tenaga listrik. Ini merupakan bentuk alami dari photovoltaic atau panel tenaga surya.

Sekarang ilmuwan menemukan kemampuan baru yang bisa didapat dari perovskite, yakni mentransfer data dengan kecepatan tinggi, karena tipe khusus perovskit bisa digunakan secara organik maupun anorganik, dan diterapkan dalam sebuah lapisan tipis. Kemampuan uniknya adalah mengandalkan cahaya untuk mentransfer data, sehingga kecepatan transfernya bisa 1.000 kali lebih cepat dari yang ada saat ini.

Band terahertz pada perovskite terletak di antara cahaya inframerah dan frekuensi radio (100 sampai 10 ribu gigahertz). Ini sebanding dengan kisaran 2,4 gigahertz yang paling banyak digunakan ponsel saat ini.

Mineral perovskite berlapis dapat mentransfer data melalui gelombang cahaya pada pita terahertz menggunakan lampu halogen sederhana. Dengan menggunakan lampu halogen, tim peneliti menemukan bahwa mereka dapat memodifikasi gelombang terahertz saat melewati perovskit. Hal ini memungkinkan tim peneliti untuk mengkodekan data dalam gelombang dan mentransfer data 1.000 kali lebih cepat daripada transfer data elektronik tradisional.

Yang menarik, terobosan baru ini bisa digunakan di masa depan dengan invetasi yang tidak mahal dan mudah.