Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 8 Desember 2017 | 06:04 WIB
  • Ditemukan Nenek Moyang Darth Vader Berusia 245 Juta Tahun

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia
Ditemukan Nenek Moyang Darth Vader Berusia 245 Juta Tahun
Photo :
  • IBTimesUK
Vaderlimulus, kepiting ladam yang mirip dengan helm Darth Vader

VIVA – Sebuah fosil baru ditemukan oleh para ilmuwan di Idaho, AS. Makhluk itu diketahui hidup 245 juta tahun lalu dan hidup di lautan, tepatnya lebih tua dari keberadaan dinosaurus.

Hewan kepiting tapal kuda (kepiting ladam) itu memiliki kepala menyerupai helm yang digunakan oleh Darth Vader, tokoh penjahat di film Star Wars. Tidak heran jika kemudian ilmuwan menamakannya Vaderlimulus.

Dilansir IB Times UK, dari New Mexico Department of Cultural Affairs, fosil 'Darth Vader' itu hidup pada zaman Triassic atau era Mesozoic, antara 252 sampai 201 juta tahun lalu. Zaman itu merupakan masa ketika dinosaurus dan mamalia memulai tahap awal evolusi mereka. 

Dalam paper yang dipublikasikan di jurnal Jerman, Neues Jahrbuch für Geologie und Paläontologie, ahli palaeontologi mengatakan, penemuan baru itu menyediakan informasi penting tentang evolusi makhluk laut di masa purbakala. Fosil itu merupakan yang pertama ditemukan yang berasal dari zaman Triassic.

Saat ini setidaknya ada empat jenis kepiting tapal kuda yang masih hidup saat ini walaupun populasi mereka makin hari makin berkurang. Hewan tersebut dianggap sebagai fosil hidup karena tidak terlalu banyak mengalami evolusi meski telah bertahan hidup berabad-abad lamanya.

Jenis-jenis kepiting ladam yang saat ini masih ada yakni Carcinoscorpius rotundicauda atau mimi ranti yang hidup di perairan mangrove Asia Tenggara, Limulus polyphemus menghuni pantai-pantai timur Amerika Utara, Tachypleus gigas atau mimi bulan yang menghuni pantai Asia Tenggara dan Asia Selatan, dan Tachypleus tridentatus yang menghuni pantai-pantai Asia Timur
 
"Vaderlimulus memiliki bentuk dan proporsi tubuh yang tidak biasa sehingga penampilannya agak aneh. Dia merupakan keluarga dari spesies yang telah lama hilang, yakni Austrolimulidae," ujar Allan J Lerner, ketua tim peneliti Vaderlimulus.

Kepiting ladam disebut juga dengan Mimi atau Belangkas dari suku Limulidae, mencakup empat jenis hewan beruas (artropoda) yang menghuni perairan dangkal wilayah paya-paya dan kawasan mangrove. Orang Jawa menyebut mimi untuk yang berjenis kelamin jantan dan mintuna untuk yang betina. Hewan ini monogamik, sehingga sering dijadikan simbol kelanggengan pasangan suami-isteri. Orang Inggris mengenalnya sebagai horseshoe crab atau "ketam ladam" karena bentuknya yang dianggap seperti ladam kuda.