Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 8 Desember 2017 | 12:29 WIB
  • 1.052 Warga Bekasi Resmi Jadi 'Penghuni' Antariksa, Jakarta?

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia
1.052 Warga Bekasi Resmi Jadi 'Penghuni' Antariksa, Jakarta?
Photo :
  • www.techtimes.com/Asgardia
Satelit Asgardia-1

VIVA – Asgardia akhirnya resmi menjadi satu-satunya bangsa yang menghuni luar angkasa. Hal ini tercapai setelah Asgardia-1 dikeluarkan dari kendaraan luar angkasa usai meluncur dari stasiun luar angkasa.

Dalam keterangan resmi pihak Asgardia, satelit yang bernama Asgardia-1 itu telah ditempatkan di orbit bumi. Satelit mini itu dibawa dengan kendaraan luar angkasa Cygnus OA-08. Asgardia-1 memiliki kapasitas data sebesar 0,5 terabyte, yang berisi berbagai dokumen virtual yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah negara, termasuk konstitusi nasional, simbol naional dan juga data pribadi warga negara Asgardia.

"Peluncuran satelit Asgardia-1 yang kami lakukan pertengahan bulan lalu, yang mewakili bangsa independen pertama di luar angkasa, telah menciptakan antusias yang besar di seluruh dunia. Hari ini saya dengan bangga memberitahuan jika Asgardia-1 telah dilokasikan di orbit terendah bumi," ujar pemimpin bangsa Asgardia, Igor Ashurbeyli, dalam keterangannya kepada VIVA, Jumat, 8 Desember 2017.

Indonesia termasuk di antara 154.140 populasi yang mendaftar menjadi bangsa Asgardia. Indonesia merupakan negara dengan pendaftar terbanyak ke-4. Terbanyak pertama adalah China, disusul India, kemudian Amerika Serikat dan baru Indonesia.

Dari total 23.504 penduduk Indonesia yang mendaftar, sebanyak 2889 di antaranya merupakan warga Jakarta dan 1052 adalah warga Bekasi.

Satelit itu memang diluncurkan pada 12 November dari fasilitas penerbangan Wallops di Virginia sebagai bagian dari misi OA-8 Antares-Cygnus ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Asgardia-1 dikerahkan awal hari ini setelah Cygnus merapat ke ISS pada tanggal 6 Desember dan pindah ke tempat yang lebih tinggi untuk menyelesaikan misi keduanya.  

"Rencana kami berikutnya adalah memastikan suksesnya pemilihan anggota parlemen. Kami mengundang warga Asgardia terbaik, yang pintar dan paling antusias untuk menjadi anggota parlemen. Kalian akan mendapat kesempatan menjadi orang pertama yang memimpin bangsa luar angkasa di masa depan," ujar Igor.

Pemilihan parlemen akan berlangsung sampai Maret 2018. Parlemen Asgardia terdiri dari 13 wilayah pemilihan, yang merupakan subdivisi berbasis bahasa, untuk memilih Anggota Parlemen. Batas kabupaten Asgardian ditentukan oleh distribusi bahasa yang paling banyak digunakan, berdasarkan pada apa diindikasikan sebagai bahasa utama mereka saat pendaftaran kewarganegaraan. 

Asgardians yang bahasanya tidak diwakili oleh salah satu dari 12 distrik pemilihan bahasa tunggal dapat memilih untuk bergabung dengan distrik ke-13, yang mewakili semua bahasa lain yang diucapkan oleh Asgardians. 

"Siapa pun yang berusia 18 atau lebih, dan telah menerima Konstitusi Asgardia, secara otomatis akan ditugaskan ke sebuah daerah pemilihan yang mewakili bahasa lisan mereka," kata Igor.

Kira-kira, siapa warga Bekasi yang daftar jadi anggota parlemen Asgardia? (ren)