Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 23 Juli 2017 | 23:40 WIB
  • Twitter Bakal Tindak Tegas Akun Pelecehan

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Twitter Bakal Tindak Tegas Akun Pelecehan
Photo :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto
Logo Twitter.

VIVA.co.id – Platform Twitter mengumumkan data terbaru tentang keamanan di aplikasinya. Menurut General Manager, Consumer Product and Engineering Twitter, Ed Ho, pihaknya berkomitmen untuk menjadikan platform-nya lebih aman dalam berkomunikasi.

Langkah sebenarnya sudah dimulai sejak Januari tahun ini. Ia menyebut, yang dilakukannya kali pertama adalah melakukan riset untuk memperoleh pengertian yang lebih mendalam mengenai berbagai isu yang saat ini sedang hangat diperbincangkan.

Selanjutnya, menjalankan serangkaian pembaruan produk. “Kami juga telah membentuk Trust & Safety Council guna mengumpulkan umpan balik yang dapat mendukung kerja kami ke depannya,” kata Ed, dalam keterangannya, Minggu, 23 Juli 2017.

Ia pun mengatakan tiga langkah yang dilakukan Twitter. Pertama, meningkatkan aksi penindakan tegas terhadap akun-akun yang melakukan pelecehan.

Ed bilang bahwa Twitter sekarang melakukan 10 kali lebih banyak tindakan atau blokir terhadap jumlah akun yang berlaku kasar setiap harinya dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu.

Tak hanya itu, ia juga membatasi fungsi akun tersebut atau melakukan suspensi pada ribuan akun yang berlaku lebih kasar setiap harinya.

“Ada pelanggar yang berulang kali membuat akun baru setelah disuspensi karena terbukti melakukan pelanggaran. Sistem baru Twitter, dalam empat bulan terakhir saja, telah menghapus dua kali lebih banyak jenis akun seperti ini,” papar dia.

Kedua, mendorong perubahan perilaku. Komunikasi tentang Tweet yang bermasalah, terutama bagi orang yang mengirimnya, adalah hal yang penting.

Akun yang menunjukkan perilaku kasar sekarang terbatas untuk sementara waktu, dan Twitter memberi tahu alasannya. Ketiga, menyediakan pengawasan yang lebih disesuaikan.

Menurut Ed, Twitter telah memperkenalkan cara baru untuk menyesuaikan pengalaman pengguna, termasuk filter notifikasi dan memblokir kata kunci tertentu.

“Filter ini mengurangi interaksi yang tidak diinginkan. Blokir setelah @mention dari orang yang tidak mereka ikuti turun 40 persen. Kami memiliki definisi dan kebijakan yang konsisten terkait perilaku pelecehan dan berlaku untuk semua orang,” jelasnya.