Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 13:05 WIB
  • Survei: Dokter Lebih Suka Mendengar Musik Rock saat Operasi

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Mitra Angelia
Survei: Dokter Lebih Suka Mendengar Musik Rock saat Operasi
Photo :
  • homestead.com
Ilustrasi dokter beroperasi di ruang bedah pasien.

VIVA.co.id – Survei yang dilakukan Spotify dan Figure-1 menyebutkan bahwa mayoritas dokter mendengarkan musik rock saat melakukan operasi.

Spotify merupakan platform musik streaming asal Swedia. Musik genre terpopuler yang didengarkan para dokter ketika sedang melakukan operasi yaitu rock (49 persen), pop (48 persen), klasik (43 persen), jazz (24 persen), dan R&B (21 persen).

Metodologi yang dilakukan keduanya adalah meneliti pengguna terdaftar dari aplikasi mobile mereka sepanjang Juni 2017.

Survei ditargetkan untuk para pengguna berdasarkan keahlian bedah dan sub-ahli dengan permintaan untuk membagikan kebiasaan mendengarkan lagu di ruang operasi.

Survei yang terdiri dari 12 pertanyaan di dalam aplikasi ini membutuhkan rata-rata 6 menit untuk menyelesaikannya, dan 73 persen dari responden menjawab dari smartphone mereka.

Hampir 700 ahli bedah dan profesional medis lainnya dari 50 negara berpartisipasi dalam survei ini, di mana mayoritas berasal dari Amerika Serikat.

Seorang dokter yang gemar mendengarkan musik rock saat operasi adalah Alan I. Benvenisty. Ia merupakan ahli bedah vaskular dan transplantasi di Mount Sinai Health System, New York, Amerika Serikat.

Menurut Alan, musik rock membuatnya fokus dan menghilangkan ketegangan ketika melakukan operasi terhadap pasiennya. “Nyawa orang ada di tangan saya. Mendengarkan (musik) rock justru membantu saya menjadi tenang dan fokus," katanya, dikutip dari keterangan tertulis Spotify, Selasa, 8 Agustus 2017.

Ia mengaku bila suasana sunyi saat operasi justru membuat tegang. Dengan mendengar musik maka ketegangan berkurang, dan membuat ruang operasi menjadi santai dan membangkitkan semangat.

Namun, bukan berarti mereka mengabaikan keselamatan para pasien. Meski operasi sembari mendengarkan musik tapi ketika terjadi hal-hal kritis di dalam operasi dan muncul komplikasi, volume musik dikecilkan.

Tak hanya dokter, Spotify menyatakan pasien yang sadar ketika dioperasi mereka juga meminta lagu khusus untuk diputar. "Jika mereka punya selera musik sendiri, kami mengikutinya. Kalau tidak, kami bersenang-senang dengan memutar lagu," paparnya. (ase)