Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 15:33 WIB
  • Wowi, Robot Ciptaan Pelajar Depok yang Pecundangi 157 Negara

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Zahrul Darmawan (Depok)
Wowi, Robot Ciptaan Pelajar Depok yang Pecundangi 157 Negara
Photo :
  • VIVA.co.id/Zahrul Darmawan
Siswa MA Technonatura menunjukkan kemampuan Robot Wowi.

VIVA.co.id – Menjelang peringatan kemerdekaan Indonesia ke-72 tahun, 10 pelajar Madrasah Aliyah (setingkat SMA) asal Depok, Jawa Barat, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di Washington DC, Amerika Serikat, dalam Internasional First Global Challenge Olympic Robot Competition 2017.

Ajang perlombaan robot yang diikuti 157 negara itu digelar pada akhir Juli lalu. Di ajang ini, para pelajar dari Madrasah Aliyah Techonatura meraih posisi II kategori robot inovatif yang diberi nama Water Wizard (Wowi).

Kepala Sekolah MA Technonatura, Tras Rustamaji, tak mengira anak didiknya bakal meraih prestasi gemilang pada level internasional.

"Kami sama sekali tak menyangka, karena kami melawan negara-negara yang sudah maju dalam dunia robot. Kita sebagai guru hanya memonitor dan membimbing. Selanjutnya anak-anak yang berjuang," kata Tras, Selasa, 8 Agustus 2017.

Ia juga menjelaskan keikutsertaannya di ajang ini karena mendapat undangan langsung dari Kedutaan Besar Indonesia di Amerika Serikat.

"Kami awalnya senang ikut lomba robot dan beberapa kali menang, seperti di ajang Inaicta. Atas prestasi inilah kami diusulkan oleh Kedubes. Saat kami dinyatakan siap, ya, kami bilang oke," tuturnya.

Team Never Before

Menurut Tras, kunci keberhasilannya meraih posisi runner-up lantaran Wowi mampu memisahkan air kotor dengan air jernih yang disimulasikan dengan bola.

Ia menambahkan, tahun depan mereka akan kembali tampil di ajang kejuaraan yang sama yang digelar di Meksiko.

Pada kesempatan sama, Hisham, seorang siswa kelas 12, yang terlibat dalam perlombaan itu mengaku ada beberapa kendala yang sempat dihadapi. Salah satunya komunikasi dan menyatukan ide bersama tim.

"Awalnya kami dibagi tiga tim. Ada tim software, hardware dan media. Menyatukan ide ini yang agak bingung, ditambah waktunya cukup singkat. Terus kendala lainnya adalah bahasa," kata dia.

Namun, berkat kegigihan mereka, kesepuluh remaja yang menyebut diri mereka 'Team Never Before' akhirnya berhasil meraih perak dalam kejuaraan dunia kontes robot tersebut. (ase)