Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 27 Agustus 2017 | 20:15 WIB
  • Selain Indonesia, Negara Ini Juga Punya Fitur Health Cards

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Selain Indonesia, Negara Ini Juga Punya Fitur Health Cards
Photo :
  • Dok. Istimewa
Google Health Cards Australia.

VIVA.co.id – Google akan meluncurkan fitur konsultasi kesehatan bernama Health Cards di Indonesia pada akhir tahun ini.

Fitur ini akan membantu pengguna menemukan informasi kesehatan yang dibutuhkan dengan lebih cepat dan mudah. Akan tetapi, fitur ini sebelumnya telah tersedia di Google Australia yang diluncurkan pada 31 Januari 2017.

Menurut situs Reprisemedia.com.au, Minggu, 27 Agustus 2017, kartu sehat digital ini berisi rincian lebih dari 900 kondisi kesehatan dan penyakit, dan menunjukkan bagaimana pengguna bisa bertanya kepada dokter terkait penyakit yang dideritanya.

Program Manager Google Health Cards, Isobel Solaqua, mengatakan, proyek tersebut dibuat untuk mengatasi meningkatnya jumlah pertanyaan medis yang tidak tersedia di mesin pencari.

"Sebenarnya, satu dari 20 pencarian Google berkaitan dengan kesehatan. Nah, kami mengembangkan fitur ini untuk membantu pengguna menemukan informasi kesehatan yang mereka butuhkan dengan lebih cepat dan mudah," ungkap Isobel.

Ia melanjutkan, jenis penyakit dan permasalahan yang ditampilkan di Kartu Sehat Google ini antara lain tonsilitis, seliaka, dan infeksi mata. Selain itu, pada setiap kartu sehat digital akan mencantumkan gejala, penyebab, dan langkah selanjutnya yang direkomendasikan untuk penderita.

"Bahkan, beberapa kartu juga akan kami tampilkan Gif animasi untuk menunjukkan gejala penyakit. Fitur ini tersedia mulai dari pelacakan obat hingga konsultasi dengan dokter melalui video streaming," jelas Isobel.

Kendati demikian, langkah raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini dikritik dokter di negeri Kanguru. Mereka memperingatkan bahwa walaupun informasinya bisa menjadi awal konsultasi, hal itu bisa menyebabkan kesalahan diagnosa.

Wakil Presiden Federasi Kesehatan Australia, Dr Tony Bartone, menegaskan, pengguna harus berhati-hati untuk tidak mengganti informasi kesehatan hanya untuk mendapatkan opini medis yang berkualifikasi.

"Tidak semudah itu mendiagnosa penyakit. Ada banyak hal yang tidak bisa didiagnosis melalui dunia maya," kata Tony.

Ia mengungkapkan, Kartu Kesehatan Google bisa membantu meningkatkan kemampuan membaca kesehatan, namun, bukan berarti bisa menggantikan peran dokter 'sesungguhnya'.

Apapun itu, keberadaan Health Cards ini memperlihatkan semakin mudahnya mendapatkan informasi kesehatan melalui teknologi. Fitur ini bisa diunduh di smartphone maupun desktop. (one)