Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 15 September 2017 | 15:45 WIB
  • Wow, Begini Perkiraan Harga iPhone X Jika Masuk Indonesia

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Wow, Begini Perkiraan Harga iPhone X Jika Masuk Indonesia
Photo :
  • Reuters/Stephen Lam
Peluncuran iPhone X.

VIVA.co.id – Peluncuran iPhone X pada Selasa, 12 September waktu California, Amerika Serikat, atau Rabu, 13 September 2017 waktu Indonesia, memang tengah ditunggu-tunggu penggemar produk teranyar Apple.

Tercatat, tujuh negara di kawasan Asia Pasifik sudah resmi merilis harga iPhone X. Mengutip situs CNN, Jumat, 15 September 2017, Australia menetapkan harga iPhone X sebesar US$1.266 (Rp16,5 juta), China US$1.285 (Rp16,8 juta), dan Hong Kong US$1.099 (Rp14,3 juta).

Selanjutnya, India US$1.391 (Rp18,1 juta), Jepang US$1.024 (Rp13,4 juta), Selandia Baru US$1.311 (Rp17,1 juta), dan Singapura US$1.224 (Rp16 juta). Nah, bagaimana jika iPhone X yang berkapasitas 256 GB ini masuk pasar Indonesia?

Pakar telekomunikasi Nonot Harsono memperkirakan harganya kisaran US$1.600-US$1.700 (Rp21 juta-22,1 juta). Harga tersebut, menurut Nonot, sudah setara dengan MacBook - produk lain besutan Apple.

"Harga MacBook di luar sekitar US$1.300 atau Rp15 jutaan. Masuk pasar kita jadi Rp22 juta," kata dia kepada VIVA.co.id, Jumat, 15 September 2017. Nonot juga memperkirakan bahwa iPhone X bakal masuk pasar Indonesia pada tahun depan.

Ia pun memiliki alasan mengapa berkata demikian. "Pancingannya (beli) di Singapura. Itu orang kelas atas kita pasti ke sana dan beli. Kan, dipanas-panasi. Biasa itu. Tahun 2018 awal baru masuk menurut saya," ungkapnya.

Selain itu, dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) tersebut mengkritik kebijakan pemerintah yang akan menerapkan pajak bagi warga negara yang memiliki iPhone X.

"Pemerintah sibuk sendiri memasukkan iPhone X ke dalam SPT Tahunan. Kenapa enggak dilacak saja? Kan, bisa kerja sama antara Kemenkeu, Kemendag dan Apple," papar dia.

Maksudnya, Nonot melanjutkan, adalah iPhone memiliki database pelanggan di seluruh dunia. Perusahaan teknologi asal AS ini juga memiliki sistem keamanan sendiri yang antimaling.

Dengan bekerjasama, maka pemerintah tak usah repot-repot memajaki warganya yang memiliki iPhone X.

"Pemerintah pasti diberi akses data siapa warga Indonesia yang punya iPhone. Jadi, enggak ribet sendiri," kata Nonot, mempertegas.