Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 20 Juli 2017 | 16:40 WIB
  • Kamera Saku Tak Mati karena Smartphone

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
Kamera Saku Tak Mati karena Smartphone
Photo :
  • VIVA.co.id/Afra Augesti
Kamera saku Canon Powershot SX730 HS

VIVA.co.id – Pada zaman serba modern ini, banyak vendor ponsel pintar yang menciptakan inovasi-inovasi untuk produk terbarunya. Terlebih, produsen semakin mampu membaca kebutuhan pengguna smartphone, saat menggunakan alat komunikasi tersebut.

Seiring berkembangnya teknologi, smartphone kini banyak dimanfaatkan untuk berswafoto dan kegiatan fotografi lainnya. Menggunakan smartphone untuk fotografi dianggap lebih praktis, ketimbang menggunakan kamera digital, atau kamera pocket, kamera SLR dan kamera DSLR.

Marketing Manager Canon Division PT Datascrip, Angelie Ivone menuturkan, perusahaannya yakin tren kamera smartphone tidak akan melengserkan kamera digital, atau kamdig. Sebab, meski kamera smartphone semakin canggih dalam memotret objek, ada bagian tertentu yang masih belum bisa dilakukan kamera smartphone bila disandingkan dengan kamdig.

"Memang benar memotret pakai smartphone lebih simpel, karena saya salah satu pengguna smartphone. Tetapi, ada momen-momen tertentu yang tidak bisa dilakukan oleh smartphone, bila dibandingkan dengan pocket camera, atau SLR. Saat foto dipindahkan ke laptop, atau ke komputer, hasil aslinya pasti kelihatan, bisa dibandingkan kok," ujarnya kepada VIVA.co.id, usai peluncuran Canon PowerShot SX730 HS di Jakarta, Kamis 20 Juli 2017.

Angie, sapaan akrabnya, menyebutkan komponen utama sebuah kamera terletak pada sensornya. Semakin besar sensor, semakin berkualitas gambar yang didapatkan. Sensor yang ada pada kamera smartphone, umumnya tak pernah lebih besar dari sensor yang disematkan ke dalam kamera-kamera digital.

"Jadi gini, tiga komponen utama dalam kamera adalah sensor, prosesor, dan lensa. Kalau untuk urusan sensor, saya yakin sensor (kamera) smartphone ukurannya kecil sekali, lebih kecil daripada kamera compact. Memang, kamera smartphone bisa memotret dengan baik, tetapi apakah hasilnya bisa setara dengan kamera-kamera poket?" jelasnya.

Strategi

Untuk menjaga kestabilan jumlah pengguna kamdig, agar tak tergerus pasar smartphone, Angie membeberkan strateginya. Dari tahun ke tahun, Canon terus berupaya mengembangkan dan memperbarui produk-produknya. Sebab, sejak awal dilahirkan, Canon memang fokus pada bidang fotografi dan bagaimana menciptakan hasil potret berkualitas tinggi.

"Hampir seluruh kamera produk Canon sudah dilengkapi Wi-Fi. Jadi kalau setelah motret, gambar bisa langsung dipindahkan ke smartphone. Dari smartphone, kita bisa langsung upload ke media sosial. Nah, hasilnya pun enggak akan berubah, kualitas gambar setelah pemindahan ini enggak berkurang, karena ketika kita hendak memindahkan gambar, ada pilihan mau di-resize atau tidak," ungkapnya.

Ia menuturkan, hampir semua produk Canon sudah kompatibel dengan media sosial. Dari 13 tipe kamera poket produksi Canon, hanya satu jenis yang tidak dilengkapi dengan Wi-Fi. Untuk itulah, Datascript yakin, kamdig masih akan terus laku di pasaran hingga seterusnya. Terlebih, desain yang ditampilkan juga semakin bervariatif, mulai dari ‘Back to 80's’ hingga bentuk modern yang kekinian. (asp)