Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 2 Agustus 2017 | 20:32 WIB
  • Ikuti Arahan Jokowi, BPPT Siap Lahirkan Mobil Listrik

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Mitra Angelia
Ikuti Arahan Jokowi, BPPT Siap Lahirkan Mobil Listrik
Photo :
  • VIVA.co.id/Toto Pribadi
Mobil listrik Selo karya rumah modifikasi Kupu-Kupu Malam.

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo menegaskan komitmennya mendukung pengembangan mobil listrik. Komitmen Presiden ini dilatarberlakangi banyak pertimbangan, seperti perubahan global dan dampaknya terhadap iklim dan lingkungan. 

Untuk itu, persiapan termasuk regulasi dan riset, kata Jokowi, harus dimulai dari sekarang. Salah satu lembaga riset yang disarankan Jokowi untuk mengambil peran yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Menanggapi permintaan Jokowi itu, Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT, Eniya L. Dewi mengatakan,  BPPT telah mengkaji teknologi untuk menciptakan kendaraan berbasis energi listrik.

"BPPT terus berupaya mengembangkan berbagai purwarupa moda transportasi bertenaga listrik, mulai dari motor, trolley bus, juga mobil listrik. Intinya kami fokuskan inovasi ini bisa masuk ke industri, yakni agar motor listrik, baterai dan manufaktur komponen lainnya dapat melibatkan industri dalam negeri. Hal ini menjadi kunci dalam pengoperasian mobil listrik,” ujar Eniya, dalam keterangan tertulis yang diterima VIVA.co.id, Rabu 2 Agustus 2017.

Eniya menjelaskan mobil listrik memiliki ketergantungan pada daya tahan baterai. Supaya mobil dapat menempuh perjalanan jauh, maka baterai itu harus mampu menyimpan energi dalam  kapasitas besar.

Eniya mengatakan, model plug-in mengisi daya baterai mobil harus disediakan cukup besar. Paling kecil antara 30-50 kilowatt (kW). Dari sisi baterai diperlukan yang mampu menyimpan daya listrik berkapasitas besar dan bisa diisi ulang dalam waktu singkat (quick charge).

“Mobil listrik produksi Mitsubishi, Toyota, Nissan, BMW, dan Mercedes-Benz masih membutuhkan 14 jam untuk mengisi baterai jika tidak disediakan sumber listrik dengan kerapatan arus tinggi. Untuk itu, ketersediaan sumber listrik di tempat umum, sangat penting," katanya menambahkan.

Eniya menyarankan, untuk memuluskan perjalanan mobil listrik, sebaiknya infrastruktur pendukung seperti tempat untuk pengisian baterai, perlu menjadi perhatian.

"Selain teknologi baterai yang andal tadi, perlu juga diperhatikan adanya  infrastruktur penyedia listrik. Istilahnya seperti pom bensin atau SPBU untuk moda transportasi listrik," ujar Eniya. (mus)