Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 26 Agustus 2017 | 13:45 WIB
  • Plato, Mesin Pengolah Limbah Batik Buatan Mahasiswa UI

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Mitra Angelia
Plato, Mesin Pengolah Limbah Batik Buatan Mahasiswa UI
Photo :
  • www.ui.ac.id
Alat pengolah limbah batik buatan mahasiswa Universitas Indonesia

VIVA.co.id – Batik Indonesia sebagai warisan dunia memang semakin terkenal hingga mancanegara, apalagi di dalam negeri sendiri. Dengan demikian permintaan pasar pun semakin meningkat. Namun, pesatnya pertumbuhan industri batik berdampak pada pencemaran lingkungan sebagai akibat limbah batik.

Pembuangan limbah batik yang tidak bertanggung jawab dapat mengganggu ekosistem dan menyebabkan kerusakan lingkungan serta gangguan kesehatan karena sifatnya yang beracun dan karsinogenik atau pemicu kanker.

Melihat persoalan tersebut mahasiswa Universitas Indonesia melahirkan solusi mengelola limbah tersebut. Dari tangan-tangan handal Nur Sharfan (Teknik Kimia) ; Ahmad Shobri (Teknik Elektro) ; Fadhila Ahmad Anindria (Teknik Kimia) ; Rickson Mauricio (Teknik Kimia) dan Muhammad Akbar Buana (Teknologi Bioproses), maka terciptalah Plato, sebuah alat pengolah limbah batik portabel.

Plato mudah digunakan oleh pelaku industri serta dapat mendegradasi limbah batik secara optimal. Mereka memulai eksperimen pada penghasil kerajinan batik di Pekalongan, Jawa Tengah.

"Industri batik Pekalongan menjadi salah satu daerah pengamatan kami. Di kota Pekalongan, jenis industri batik yang mendominasi adalah home industry, yang tersebar luas di berbagai bagian kota Pekalongan," ujar Shafran seperti dikuti website UI, Sabtu 26 Agustus 2017.

Tapi, pertumbuhan dari industri batik Pekalongan, kata Shafran, tidak diiringi dengan sistem pengolahan limbah yang baik. Jumlah Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) komunal batik di Pekalongan baru ada tiga dengan kapasitas yang belum mampu menampung seluruh limbah produksi dari unit usaha batik.

Di bawah bimbingan dosen Fakultas Teknik UI, Slamet, tim mahasiswa itu menciptakan Plato menjadi  sebuah purwarupa alat pengolah limbah portabel yang dirancang sedemikian rupa agar mudah digunakan oleh para pelaku industri rumahan batik.

Dengan kombinasi metode elektrokoagulasi dan fotokatalis, alat ini dapat mengolah limbah jamak secara simultan, seperti limbah warna, limbah organik serta limbah logam berat.

Plato memiliki keunggulan diantaranya dapat digunakan secara mobile, dapat digunakan secara bergantian oleh tiap pelaku usaha dalam suatu kawasan tanpa harus mengumpulkan limbah hasil pencucian batik ke IPAL. Dengan demikian, jumlah limbah yang dibuang ilegal ke sungai dapat berkurang.

Kelima mahasiswa UI tersebut berharap alat ini mampu memberikan alternatif pengolahan limbah batik sehingga dapat menjadi solusi akan keresahan masyarakat di sekitar sungai.

Air bersih yang telah diolah dari teknologi ini berpotensi untuk bisa digunakan kembali pada proses produksi batik, dengan begitu penggunaan air pada proses produksi dapat mengalami peningkatan penghematan yang banyak.