Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 28 Agustus 2017 | 10:44 WIB
  • Mengenal Satelit Telkom 1

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Mengenal Satelit Telkom 1
Photo :
  • www.lockheedmartin.co.uk
Satelit A2100 buatan Lockheed Martin

VIVA.co.id – Ribuan ATM sejak Jumat pekan lalu mengalami gangguan. Musababnya terjadi gangguan pada satelit Telkom 1 sejak Jumat sore pekan lalu. Gangguan layanan tersebut terkait dengan anomali yang terjadi pada Satelit Telkom 1. Anomali mengakibatkan pergeseran pointing antena Satelit Telkom 1, yang berdampak pada semua layanan transponder satelit Telkom 1 terganggu.

Misi satelit Telkom 1 tergolong sangat penting bagi komunikasi di Indonesia. Dikutip dari Gunter's Space Page, Senin, 28 Agustus 2017, satelit yang diluncurkan pada 4 Agustus 1999 itu bertujuan menghubungkan tiap pulau dan kepulauan yang ada di Indonesia. 

Satelit Telkom 1 diproyeksikan mengganti satelit Palapa B2R yang pensiun setelah 1999. Satelit Palapa B2R diluncurkan 21 Maret 1987 menggunakan roket Delta 6925.

Untuk mewujudkan tujuan telekomunikasi nusantara itu, Telkom memutuskan memakai satelit buatan Lockeed Martin, A2100A. Pemilihan Lockheed Martin untuk memproduksi satelit Telkom 1 didasarkan pada reputasi perusahaan sebagai produsen satelit utama dan pengakuan akan manfaat teknologi generasi berikutnya dari A2100A.

A2100A memberikan Telkom kapasitas lebih besar dari satelit sebelumnya, Palapa B2R, serta desain dan manuver hidup lebih lama yakni 15 tahun. Telkom 1 akan mendukung berbagai aplikasi telekomunikasi, termasuk lalu lintas digital kecepatan tinggi yang kompatibel dengan aplikasi Very Small Aperture Terminal (VSAT). 

VSAT memungkinkan antena satelit yang sangat kecil bisa menerima sinyal, sehingga menghilangkan kebutuhan antena satelit fixed-site.

Muatan satelit Telkom 1 dibangun di fasilitas Lockheed Martin Commercial Space Systems di Newtown, Amerika Serikat. Satelit itu punya konfigurasi 24 C-Band dan 12 extended C-Band transponder.

Satelit Telkom 1 diposisikan pada 108 derajat Bujur Timur dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia, dan potensi menjangkau Asia Tenggara dan Australia Utara.    

Kala itu Telkom memproyeksikan, peningkatan tahunan pelayanan telekomunikasi akan melonjak sekitar 1,5 juta unit sambungan telepon seluler per tahun dengan adanya satelit ini.

Satelit ini pernah punya masalah dengan pendorong lapisan surya di sisi selatan karena kesalahan manufaktur. Menurut rencana, satelit Telkom 1 akan pensiun pada 2018. (ase)