Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 28 Agustus 2017 | 12:14 WIB
  • Oppo Bertahan di Posisi 2 Pasar Smartphone Indonesia

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia
Oppo Bertahan di Posisi 2 Pasar Smartphone Indonesia
Photo :
  • Oppo Indonesia
Pembukaan Oppo Store ke-170 di Mall Neo Soho

VIVA.co.id – Samsung sepertinya mendapatkan kompetitor yang kuat di pasar smartphone untuk segmen menegah ke atas. Data IDC menunjukkan, Oppo masih bertengger di posisi dua, meneror posisi Samsung di puncak.

Laporan IDC yang bertajuk IDC's Quarterly Mobile Phone Tracker, menunjukkan jika pasar smartphone kelas menegah meningkat pesat meskipun pasar smartphone secara keseluruhan tak menunjukkan perubahan berarti alias datar.

"Total pengapalan smartphone ke Indonesia pada kuartal kedua tahun ini mencapai 7,9 juta unit, naik satu persen year on year, dan 9 persen kuartal per kuartal," ujar Risky Febrian, Associate Market Analyst untuk IDC Indonesia, Senin, 28 Agustus 2017.

Dikatakan Risky, peningkatan di kuartal ini terjadi karena vendor smartphone sangat gencar berpromosi dan memberikan diskon. Dipicu Ramadan dan libur lebaran 2017.

Dalam laporan itu, IDC menyebutkan lima merek smartphone kelas menengah dengan pangsa pasar terbesar. Samsung dan Oppo berada di posisi dua teratas. Sedangkan posisi tiga diisi oleh vendor lokal Advan. Di posisi terakhir, berturut-turut ada Asus dan Xiaomi. 

"Pasar kelas menengah ini memiliki kontribusi 28 persen dari total pengapalan smartphone di Indonesia.  Angka ini naik signifikan ketimbang setahun lalu yang hanya 13 persen. Kelas menengah berarti smartphone dengan harga Rp2,6 juta sampai Rp5 jutaan," kata Risky.

Pertumbuhan signifikan di pasar mid-range ini, dikatakan Risky, merupakan hasil dari pemenuhan regulasi TKDN. Banyak vendor yang kemudian memperkuat spesifikasi handset dengan fitur hiburan, produktivitas dan pengalaman game yang semakin baik.

"Lima merek di atas makin memperbaiki fitur di smartphone nya, seperti resolusi kamera yang makin tinggi, pembaca sidik jari, ruang penyimpanan dengan kapasitas besar, serta harga yang terjangkau. Ditambah banyak platform pembayaran yang mempermudah orang memiliki ponsel, tanpa harus menggunakan kartu kredit, seperti Aeon, Homecredit, Kredivo dan Akulaku," kata Risky.