Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 14 Oktober 2017 | 14:29 WIB
  • Gelang Canggih Bisa Ketahui Kondisi Fisik Pelari Maraton

  • Oleh
    • Finalia Kodrati,
    • Siti Sarifah Alia
Gelang Canggih Bisa Ketahui Kondisi Fisik Pelari Maraton
Photo :
  • VIVA.co.id/Siti Sarifah
Gelang Abyor

VIVA.co.id – Penerapan internet of things (IoT) telah merambah ke semua aspek kehidupan. Yang terbaru adalah penggunaan fit band, atau gelang untuk para pelari marathon. Fit band tersebut dipersenjatai solusi teknologi dari PT Abyor International.

PT Abyor International, yang merupakan bagian dari NTT Data, perusahaan pemimpin pasar dalam penyediaan konsultasi TI dan manajemen solusi enterprises resource planning (ERP) dari SAP di Indonesia.

Mereka memperkenalkan Fit band untuk 20 pelari marathon beruntung yang menjadi peserta lomba lari ITB Ultra Marathon yang berlangsung mulai Jumat 13 Oktober hingga Minggu 15 Oktober 2017. 

"Perangkat Fit band ini kami lengkapi dengan solusi SAP Leonardo dan SAP Fiori untuk melacak dan memonitor peserta lari dengan melihat beberapa aspek, yakni lokasi/posisi, timing, durasi, kondisi fisik (heart rate), dan status baterai smartphone pelari," ujar Hari Tjahjono, Presiden Direktur PT Abyor International, dalam keterangannya, Sabtu 14 Oktober 2017

Dijelaskan Hari, SAP Leonardo adalah sebuah sistem inovasi digital yang menggabungkan kemampuan machine learning, Internet of Things (IoT), analytics, dan Big Data pada SAP Cloud Platform untuk memungkinkan inovasi cepat yang dapat dilakukan di seluruh organisasi. Sedangkan SAP Fiori merupakan teknologi UX masa depan yang menghilangkan kesan kuno pada tampilan kerja user, dan menyajikan menu yang memang sesuai dengan pekerjaan sehari-hari (user friendly).

"Fit band tersebut dihubungkan ke smartphone masing-masing pelari dengan menggunakan aplikasi SAP Leonardo. Aplikasi ini akan membaca dan menterjemahkan data yang direkam oleh fit band yang meliputi lokasi/posisi, timing, durasi, kondisi fisik (heart rate), dan status baterai smartphone pelari secara realtime," ujarnya.

Ia melanjutkan, kemudian data ini ditampilkan dengan menggunakan dashboard SAP Fiori, sehingga lebih mudah dan menarik untuk dibaca. 

"Dari data yang diterima, dapat ditampilkan juga analitics, yang menggambarkan grafik kondisi fisik pelari dalam jangka waktu tertentu," ujar Hari. 

ITB Ultra Marathon 2017 ini diikuti oleh 40 peserta solo dan 759 peserta tim, mengambil lintasan sejauh 170 km (Jakarta-Bandung) dimulai dari Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta dan berakhir di Kampus ITB di Jalan Ganesha, Bandung, Jawa Barat.