Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 20 Oktober 2017 | 06:07 WIB
  • Canggih, Periksa Hemoglobin Hanya Memotret Kelopak Mata

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Canggih, Periksa Hemoglobin Hanya Memotret Kelopak Mata
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal
Kautsar Fadly Firdaus (kiri) saat memotret mata pengunjung untuk periksa hemoglobin.

VIVA – Sekelompok mahasiswa dari Fakultas Teknik Telekomunikasi Universitas Telkom, Bandung, Jawa Barat, menciptakan aplikasi pengecek hemoglobin atau darah merah melalui Android.

Aplikasi bernama HbEy itu dipamerkan dalam Pameran Inovasi Berbasis Teknologi: Inovator Inovasi Indonesia Expo di Grand City, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 19 Oktober 21017.

Aplikasi tersebut sebetulnya sudah dikembangkan sejak tahun lalu. Saat itu, HbEy hanya bisa digunakan melalui Android 5. “Setelah itu dikembangkan lagi dan sekarang sudah bisa juga dipakai di Android 8,” kata Kautsar Fadly Firdaus, salah satu tim pembuat aplikasi yang juga mahasiswa semester VII Universitas Telkom.

Cara kerja HbEy mudah. Setelah diunduh melalui Android yang sesuai spesifikasinya, pemeriksaan hemoglobin dilakukan dengan cara memotret kelopak mata bagian bawah dengan kamera Android.

Setelah diklik, maka akan muncul data hasil pemeriksaan waktu itu juga. “(Hemoglobin) Anda normal,” ujar Kautsar saat VIVA.co.id mencoba aplikasi tersebut.

Ia mengatakan, aplikasi HbEy dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Telkom bekerjasama dengan tim ahli kesehatan di Bandung.

Pada pengembangan pertama, akurasi data dari hasil pemeriksaan bernilai positif. Hanya saja, aplikasi tersebut baru bisa digunakan di Android 5. “Pengembangan kali ini selain bisa dipakai di Android lebih luas, juga pada akurasinya,” ujar Kautsar menambahkan.

Ia juga mengatakan, bahwa timnya akan terus mengembangkan itu agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Pameran Inovasi Berbasis Teknologi: Inovator Inovasi Indonesia Expo di Grand City Surabaya berlangsung selama empat hari, dari 19-22 Oktober 2017. Sebanyak 458 peserta dari perguruan tinggi seluruh Indonesia memamerkan karya mereka di ajang ini.

Sementara, dalam pembukaan Inovasi Berbasis Teknologi tersebut, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir, menekankan pemanfaatan teknologi untuk menunjang pertumbuhan ekonomi.

Pelaku usaha harus memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya, terutama bagi pemula, agar bisa bersaing. "Kalau kita lihat perkembangan usaha kita baru 1,6 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Yang berbasis teknologi belum mencapai satu persennya. Secara umum, Indonesia masih berbasis lingkungan belum teknologi,” ujarnya. (mus)