Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 09:50 WIB
  • Kecerdasan Buatan Bikin Smartphone Jadi Ponsel Cerdas

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Kecerdasan Buatan Bikin Smartphone Jadi Ponsel Cerdas
Photo :
  • www.pixabay.com/PIRO4D
Ilustrasi teknologi kecerdasan buatan.

VIVA – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence diyakini akan mengubah smartphone menjadi lebih produktif dan efisien. Kecerdasan buatan akan membuat pengguna makin leluasa dalam mengakses semua kebutuhan di perangkat mobile mereka. 

Head of Consumer Software Engineering and director of Intelligence Engineering Huawei, Felix Zhang mengatakan, kecerdasan buatan pada perangkat mobile akan mengubah dua aspek kunci pada smartphone. Pertama yakni interaksi mesin dan pengguna dan keterbukaan personalisasi. 

Dikutip dari ZDNet, Selasa, 14 November 2017, Zhang menjelaskan, untuk aspek pertama, kecerdasan buatan akan meningkatkan efisiensi antara pengguna dan smartphone dalam konteks teks, suara, gambar, video dan sensor.

Sedangkan pada aspek kedua, kecerdasan buatan akan secara aktif memberi layanan dan mengagregasi informasi dari aplikasi, konten, fitur pihak ketiga, sampai fitur bawaan. 

"Jika Anda melihat pada keseluruhan sistem ini, kecerdasan buatan secara mendasar akan mengubah ponsel dari smartphone menjadi ponsel cerdas," jelas Zhang dalam Huawei Asia-Pacific Innovation Day 2017 di Kuala Lumpur Malaysia. 

Sementara Consumer Business Group CEO Huawei, Richard Yu menuturkan, perusahaan mereka berkomitmen untuk mengembangkan perangkat pintar sampai perangkat cerdas. Caranya yakni membangun kemampuan end to end untuk mendukung pengembangan chip, perangkat dan komputasi awan yang terkoordinasi. 

"Tujuan utama kami adalah memberikan pengalaman pengguna lebih baik secara lebih signifikan," ujar Yu. 

Dalam konteks itu, Huawei sudah mengeluarkan smartphone dengan sentuhan kecerdasan buatan, yakni Kirin 970, pada September lalu. Smartphone ini diklaim sebagai 'smartphone masa depan'. Dalam perangkat mobile itu dikembangkan dengan kombinasi antara kecerdasan buatan pada perangkat dengan kecerdasan buatan pada komputasi awan. 

Huawei menjelaskan, kecerdasan buatan pada komputasi awan punya mengharuskan perbaikan latensi, stabilitas dan privasi. Sedangkan kecerdasan buatan pada perangkat mobile akan menyediakan serta menambahkan data sensor. 

Wujud kecerdasan buatan pada smartphone Huawei termasuk pada sistem operasi, sehingga menghasilkan prediksi perilaku pengguna dengan cerdas sampai memahami pengguna dengan memakai pembelajaran mesin. 

Kecerdasan buatan pada smartphone Huawei juga masuk dalam fitur zoom dan pengenalan objek pada kamera smartphone. Kecerdasan buatan memastikan kamera mengetahui apa yang harus difokuskan saat pengambilan foto.

Selain itu kecerdasan buatan membuat fitur terjemahan pada smartphone Huawei mampu mengartikan lebih dari 50 bahasa secara offline maupun online. Kemampuan menerjemahkan ini disebut tiga kali lebih cepat dibanding teknologi penerjemahan yang pernah ada sebelumnya. (ase)