Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 21 November 2017 | 17:21 WIB
  • Buktikan Bumi Datar, Sopir 'Gila' Luncurkan Roket Sampah

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Buktikan Bumi Datar, Sopir 'Gila' Luncurkan Roket Sampah
Photo :
  • www.news.sky.com
Roket tenaga uap untuk buktikan bumi datar

VIVA – Ada saja gagasan dan ide untuk membantah teori Bumi itu bulat. Para pendukung Bumi datar terus gigih mencoba untuk meruntuhkan gagasan Bumi bulat. Tak pandang usia dan kocek yang dihabiskan, salah satu pendukung Bumi datar, rela mencurahkan waktu, tenaga, dan uang pribadi untuk membuktikan keyakinannya bahwa Bumi itu datar. 

Sopir limosin berusia 61 tahun, Mike Hughes, adalah salah satu pendukung Bumi datar yang rela melakukan hal tersebut. Dalam konteks ini, Hughes mencoba merancang, merakit, dan membuat roket tenaga uap secara otodidak. Roket itu dibuatnya dari sampah perkakas yang ada di garasi rumahnya. 

Dikutip dari Financial Express, Selasa 21 November 2017, Hughes menghabiskan biaya US$20 ribu atau Rp270,2 juta untuk membuat proyek roket peruntuh teori Bumi bulat. Biaya tersebut termasuk untuk membeli motor roket dari Craiglist yang harganya US$1.500 atau Rp20,2 juta.

Pria itu juga rela menyisihkan uang hasil menyopirnya tiap jam US$15 untuk mendanai roket tersebut. Tak heran dia dijuluki pria 'gila', karena kegemarannya tersebut.

Hughes merancang roket buatannya itu bisa melesat dengan kecepatan 500 mil per jam. 

Sponsor utama dari proyek roketnya ini adalah Research Flat Earth, organisasi yang memiliki keyakinan bahwa Bumi berbentuk datar. 

"Saya tak meyakini sains. Saya tahu banyak konsep tentang aerodinamika dan aliran dinamika dan bagaimana hal berjalan di seputarnya. Tapi itu bukan sains, itu hanya formula saja. Tidak ada perbedaan antara sains dan sains fiksi," ujar Hughes.

Pria yang ingin menjadi kandidat gubernur California, menjadwalkan peluncuran roketnya pada akhir pekan ini di area Amboy, California. Area tersebut hanya berpopulasi empat orang. Pada peluncuran ini, Hughes merencanakan roketnya bisa mencapai titik 548 meter, sebelum mengeluarkan dua parasutnya. 

Hughes mengaku bangga bisa melakukan dan mengembangkan proyek untuk membuktikan keyakinannya soal bentuk Bumi. 

"Saya suka melakukan hal luar biasa yang tidak bisa dilakukan orang lain, dan saya suka merancang, membangun, dan meluncurkan secara mandiri roket saya, sesuatu yang tak bisa dilakukan orang," tuturnya dikutip dari Sky News.  

Hughes tercatat bukan pertama kali ini ingin meruntuhkan ide Bumi bulat dengan meluncurkan roket. Pada Januari 2014, Hughes meluncurkan roket buatannya hingga pada ketinggian 418 meter, dari properti privatnya di Winkelman, Arizona, Amerika Serikat. Namun kala itu, misi itu kurang memuaskan. Sebab, begitu roket mendarat, rusak selama tiga hari. 

Peluncuran roket Hughes pada 2014: