Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 23 November 2017 | 10:42 WIB
  • Di Indonesia, Oppo Ketat Bayangi Samsung

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia
Di Indonesia, Oppo Ketat Bayangi Samsung
Photo :
  • Viva.co.id/Mitra Angelia
Oppo F5 Red

VIVA – Perusahaan riset IDC telah mengeluarkan laporan terbarunya terkait persaingan smartphone di Tanah Air. Pada kuartal ketiga tahun ini, Oppo masih ketat bayangi Samsung.

Oppo merupakan satu dari tiga smartphone asal China yang masuk Top 5 di pasar Indonesia. Oppo diklaim IDC memiliki pangsa pasar sekitar 25,5 persen dan menduduki posisi kedua di Top 5.

Sementara itu, Samsung, meski memimpin pasar, perolehan pasarnya hanya terpaut 4,5 persen dari Oppo.

Xiaomi, yang beberapa kuartal ini sempat terpental dari Top 5 pasar Indonesia, kini merangsek kembali dengan perolehan pangsa pasar 6,2 persen. Posisi Xiaomi berada di bawah Vivo yang menduduki peringkat keempat dengan marketshare 7,5 persen.

Yang mengejutkan, vendor lokal Advan berada di posisi tengah Top 5 dengan perolehan marketshare 8,3 persen. Advan naik peringkat setelah sebelumnya hanya berada di posisi buncit.

Sisanya, gabungan dari semua merek yang dipasarkan di Indonesia, memiliki pangsa pasar sampai 22,5 persen.

IDC menyebut, pengguna tetap memilih harga low-end (kisaran Rp1,4 juta hingga di bawah Rp2,7 juta atau US$100 sampai US$200). Sementara itu, midrange (Rp2,7 juta hingga Rp5,4 juta atau US$200 sampai US$400) terus menarik perhatian.

Indonesia tetap merupakan pasar yang sangat sensitif terhadap harga, dengan smartphones low-end yang masih mendominasi setengah dari pasar dengan pangsa 47 persen. Sementara itu, smartphones midrange terus bertumbuh dengan pangsa sebesar 32 persen di kuartal tiga 2017. 

"Walau aktivitas pemasaran Oppo dan Vivo terfokus untuk ponsel midrange-nya, model low-end (seperti seri A dan Y) tetap merupakan model dengan pengiriman terbesar. Xiaomi bermain di area yang sama, dengan seri Redmi sebagai penggerak pertumbuhannya," kata Risky Febian, Associate Market Analyst IDC Indonesia, dalam keterangannya, Kamis, 23 November 2017.

Risky juga menuturkan jika pasar smartphone di Indonesia mencatat 7,2 juta unit pengiriman sepanjang kuartal ini. Angka ini turun 8,6 persen kuartal per kuartal, atau sama dengan 1,1 persen year on year. (art)