Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 13:11 WIB
  • Satelit Baru China Bisa Deteksi Pesawat Siluman AS

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Satelit Baru China Bisa Deteksi Pesawat Siluman AS
Photo :
  • Doc. United States Air Force
Pesawat Siluman B-2 milik Angkatan Udara AS

VIVA – China membuktikan diri kian serius menggarap teknologi keamanan dan pertahanan. Belum lama ini China dikabarkan sedang mengembangkan satelit mata-mata jenis baru yang mampu mendeteksi pesawat canggih sekelas pesawat siluman Amerika Serikat, B-2 Spirit. 

Pesawat pembom AS itu punya keunggulan menghindari deteksi radar satelit antariksa. Kemampuan pesawat siluman AS itu berkat 'baju' khusus dan teknologi penekan panas penghindar sensor infra merah.  

Dikutip dari IB Times, Selasa 28 November 2017, ilmuwan yang terlibat dalam proyek tersebut menjelaskan, satelit baru China ini diharapkan bisa merevolusi peperangan di masa depan. 

Bicara soal spesifikasi, satelit mata-mata China ini dibuat menggunakan pencitraan kuantum 'siluman' dan dua kamera, yang memungkinkan menargetkan pesawat dan kapal siluman canggih dari luar angkasa dan deteksi pada malam hari.

Surat kabar South China Morning Post melaporkan, pencitraan kuantum ‘siluman’ memiliki tingkat kepekaan yang sebelumnya belum pernah ada. Dengan tingkat teknologi ini, maka sensor bisa mengidentifikasi jumlah cahaya paling sedikit dari target yang redup. Teknologi ini bahkan disebutkan bisa melihat interaksi target dengan cahaya di sekitarnya.  

Menurut Direktur Riset Key Laboratory for Quantum Optics Chinese Academy of Sciences, Gong Wenlin, satelit anyar itu dibuat khusus untuk melacak objek yang 'tak terlihat' dari deteksi. 

Lebih Natural

Gong mengatakan, citra dari satelit siluman ini akan terlihat lebih natural dibanding citra radar yang hitam putih. Kemudian kamera mata-mata pada satelit ini bisa membedakan sifat fisik dan kimia dari target. Satelit siluman ini bisa mengatasi kendala visibilitas misalnya kegelapan, awan, kabut dan elemen pengganggu lainnya.

"Satelit citra siluman akan mengungkapkan lebih detail dibanding satelit radar tercanggih," ujar Gong.

Sedangkan profesor optik kuantum Universitas Normal Beijing, Xiong Jun menjelaskan, citra kuantum siluman akan mengubah misi militer. Dia mengatakan, teori citra kuantum siluman telah dipahami dan mapan. Kecepatan penerapan teknologi ini menurutnya tergantung dari pemerintah China dan biaya yang dihabiskan pemerintah tersebut. 

Menurut rencana, laboratorium tim Gong akan menyelesaikan pengembangan purwarupa satelit pada 2020, selanjutnya akan dilakukan pengujian teknologi satelit itu di antariksa pada 2025. (ren)