Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 13 Juli 2017 | 15:41 WIB
  • E-Commerce Indonesia Tertinggal 10 Tahun dari China dan AS

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia,
    • Lazuardhi Utama
E-Commerce Indonesia Tertinggal 10 Tahun dari China dan AS
Photo :
Alat-alat bisnis online

VIVA.co.id – Head of Operations Shopee Indonesia, Handhika Jahja menegaskan, e-commerce di Indonesia tertinggal 5-10 tahun dari China, Taiwan, bahkan Amerika Serikat. Kondisi ini dikarenakan masih banyaknya hambatan yang membuat bisnis online itu sulit melesat.
 
“Ada berbagai macam. Sisi reseller, logistik, dan payment online. Masyarakat Indonesia masih terbiasa dengan offline. Transaksi belanja ketemu orang dan membayar tunai. Kemudian, masih rendahnya bertransaksi di bank dan punya kartu kredit,” kata Handhika kepada VIVA.co.id, Kamis, 13 Juli 2017.
 
Ia melanjutkan, selain logistik dan payment online, masalah reseller juga masih menjadi kendala, khususnya yang berasal di luar Pulau Jawa.
 
Handhika menyatakan, transaksi bisnis online selama ini masih terpusat di Jabodetabek sebesar 20 persen, dan 80 persen tersebar di seluruh Indonesia.
 
Oleh karena itu, Handhika menyebut perlu kerja sama antara reseller, perbankan, dan logistik. Langkah ini sudah dilakukan di AS dan China, sehingga bisnis e-commerce berjalan karena sudah terintegrasi.
 
Ke depan, Handhika berharap bisnis online di Indonesia semakin mature, sehingga bisa making good income. “Caranya, ya, ubah mindset masyarakat untuk beralih ke online,” paparnya. 

Sekadar informasi, saat ini terdapat 50 juta pelaku UKM di Indondesia. Namun sayangnya, baru satu juta yang tergabung di e-commerce.