Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 23 Juli 2017 | 23:41 WIB
  • Bos Bukalapak Beberkan Kunci Sukses Startup

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Bos Bukalapak Beberkan Kunci Sukses Startup
Photo :
  • VIVA.co.id/Andri Mardiansyah
CEO Bukalapak, Achmad Zaky.

VIVA.co.id – Wirausahawan muda yang bergelut di perusahaan rintisan (startup) harus mampu menjadi salah satu penyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan tidak lagi bergantung kepada government spending.

Oleh karena itu, dalam mendirikan dan menjalankan startup dibutuhkan komitmen jangka panjang, bukan sekadar mencari keuntungan semata atau jangka pendek.

Kepala Eksekutif Bukalapak, Achmad Zaky mengatakan, saat ini, industri digital di Indonesia tengah berada dalam tahap fase berkembang.

Banyak aplikasi maupun layanan digital yang bermunculan. Namun, tak sedikit pula aplikasi yang berkembang tersebut menghilang dalam kurun waktu 10 tahun belakangan.

“Masa awal membangun startup adalah masa kritikal. Model bisnis dari startup harus benar dulu. Banyak orang beranggapan masa scale (membutuhkan tenaga engineer dan mendapatkan investor) adalah masa yang sangat sulit,” ungkap dia, dalam keterangannya, Minggu, 23 Juli 2017.

Ia melanjutkan, padahal, masa awal itu adalah membuat model bisnis yang bagus berdasarkan value proposition. Zaky menuturkan, jika sudah mendapatkan model bisnis yang tepat, maka langkah selanjutnya adalah terus mencoba dan jangan mudah putus asa.

Zaky mengaku, sebelum mendirikan Bukalapak, dirinya pernah membuat beragam usaha seperti mi ayam, software, hingga service company. Namun, semua usaha yang dirintisnya itu tak berjalan mulus.

“Saya saja, untuk menjadikan Bukalapak perusahaan besar seperti sekarang, itu memerlukan waktu lebih dari tujuh tahun. Waktu yang tidak sebentar. Inovasi produk yang kami keluarkan juga tak selamanya berjalan mulus,” tuturnya.

Ia kemudian meminta pemerintah untuk berperan lebih besar agar ekosistem digital di Indonesia terus tumbuh dan berkembang.

Meski begitu, Zaky mengakui pemerintah mulai menunjukkan dukungan terhadap tumbuhnya industri kreatif dan digital. Salah satunya mendirikan Badan Ekonomi Kreatif.