Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 1 Agustus 2017 | 11:43 WIB
  • Muncul Bahasa Baru, Facebook Matikan Artificial Intelligence

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Afra Augesti
Muncul Bahasa Baru, Facebook Matikan Artificial Intelligence
Photo :
  • REUTERS/Philippe Wojazer
media sosial facebook

VIVA.co.id – Para peneliti di jejaring sosial Facebook menutup program kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) setelah mesin tersebut 'melenceng' karena membuat bahasa sendiri.

Facebook membuat program ini untuk mengembangkan kata-kata dalam bentuk kode untuk membuat komunikasi lebih efisien. Peneliti kerap menggunakannya secara online.

Akan tetapi, saat mereka mencoba menerapkannya secara offline, mereka langsung menyadari bahwa AI tidak lagi menggunakan bahasa Inggris.

Penemuan tentang perilaku misterius AI itu mirip dengan sejumlah kasus yang didokumentasikan di tempat lain. Dalam setiap insiden, AI terkadang menyimpang dari pelatihannya, di mana tetap menggunakan bahasa Inggris tapi untuk mengembangkan bahasa baru.

Menurut peneliti AI Facebook, Dhruv Batra, ungkapan dalam bahasa baru terkadang memang tidak masuk akal bagi orang yang tak memahaminya. Namun, lanjut dia, mengandung makna yang berguna saat ditafsirkan oleh bot AI.

Ia mengklaim sistem AI Facebook mampu bernegosiasi dengan sistem AI lainnya, sehingga bisa mengetahui bagaimana melanjutkan tugasnya.

Penghargaan

Meskipun kata-kata yang diungkapkan tidak masuk akal, tetapi sebenarnya mewakili tugas yang dimaksud. "Agen (AI) menerapkan prinsip 'penghargaan' dan dalam kasus ini. Jika tidak mendapat 'imbalan' agen akan mengembangkan bahasa sendiri," katanya, dikutip The Epoch Times, Selasa, 1 Agustus 2017.

Batra melanjutkan, mesin A1 lalu menggunakan bahasa yang mudah dimengerti olehnya dan menciptakan kata-kata dari kode untuk diri mereka sendiri.

Ia kemudian memberikan contoh. "Seperti, jika saya mengatakan 'lima kali' maka AI akan menafsirkannya sebagai 'saya menginginkan lima salinan dari item ini'. Tidak begitu berbeda dengan cara manusia menciptakan steno," papar dia.

Steno adalah metode penulisan cepat dengan menggunakan singkatan dan simbol.

Kendati demikian, tidak cukup bukti untuk mengklaim bahwa divergensi AI yang tak terduga ini merupakan ancaman dan menyebabkan mesin mengambilalih tugas manusia.

Insiden ini justru menyebabkan perkembangan digital menjadi lebih sulit, karena orang tidak dapat memahami sifat bahasa baru yang sangat logis.