Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 31 Agustus 2017 | 20:26 WIB
  • Startup Ini Bikin Alamat Seluruh Dunia Jadi Tak Lazim

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
Startup Ini Bikin Alamat Seluruh Dunia Jadi Tak Lazim
Photo :
  • Twitter/@what3words
Peta dengan alamat tiga kata

VIVA.co.id – Bahan makanan eceran, pos, dan bahkan pizza sekarang bisa dikirim ke tempat-tempat terpencil di dunia melalui aplikasi What3Words. Sebelumnya, orang-orang di daerah terluar masih kesulitan untuk mengirim atau mendatangkan barang dari luar daerah, dikarenakan alamat mereka tidak terdeteksi oleh sistem GPS.

Dengan aplikasi ini, orang-orang kini bisa mengirim atau menerima barang hanya dengan menggunakan alamat berupa tiga kata untuk mengidentifikasi alamat mereka berada. What3Words sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan layanan pos dan sejumlah bank untuk membangun alamat penggunanya dengan tiga kata bukan seperti alamat rumah pada umumnya yang disertai nama jalan, nomer rumah atau blok.

What3Words berpandangan, alamat dengan tiga kata ini bisa menjadi solusi atas masalah ketidakakuratan alamat yang sering terjadi. Solusi ini sekaligus untuk mengisi suatu lokasi yang selama ini belum terakses oleh pos dan daerah terpencil yang seringkali tanpa alamat. What3Words membagi alamat semua wilayah di dunia dengan ukuran sangat sempit, ukuran 3x3 meter. 

"Tanpa alamat, Anda mungkin tidak akan diketahui. Ada begitu banyak layanan yang orang anggap biasa, seperti misal mengajukan permohonan rekening bank atau sebuah utilitas yang memerlukan alamat," kata pendiri What3Words yang berbasis di Inggris, Chris Sheldrick, dikutip dari BBC, Kamis 31 Agustus 2017.

Sheldrick menjalankan startup ini pada 2013, setelah kariernya sebagai musisi selama 10 tahun berakhir.

"Setiap hari, kita bisa saja pergi ke tempat baru dan tersesat. Saya mencoba menandai diri saya sendiri menggunakan koordinat GPS, tapi mesin ini resisten atau menampilkan koordinat yang salah. Saya mulai bercerita dengan seorang teman, dia adalah seorang matematikawan yang paham tentang cara menemukan jalan keluar sederhana," ujarnya menambahkan.

Setelah berdiskusi dan beberapa kali melakukan percobaan hitung-hitungan, keduanya menghasilkan formula matematika dan daftar 40.000 kata. Awalnya dalam bahasa Inggris, tapi lama-kelamaan sistem tersebut kini telah diterjemahkan ke dalam 14 bahasa.

Meski What3Words dinilai banyak pihak sebagai ide brilian, namun kenyataannya teknologi ini menuai banyak kritik. Kepala teknologi World Bank di Tanzania, Edward Anderson, masih mempertimbangkan untuk menggunakan aplikasi modern ini. Alasannya, ia masih belum mengetahui asal-usul sistem dari aplikasi ini dan ia meragukan keamanan pengguna.

"Ini adalah ide yang bagus, tapi tidak jelas asal-usul datanya. Untuk melihat tiga kata yang kita perlukan agar mendapatkan koordinat GPS, bukanlah tentang mencari tahu di mana kita berada, tetapi lebih cenderung untuk memberi tahu keberadaan kita kepada orang lain," katanya.

Untuk lebih lanjut bisa disimak video pada tautan ini.