Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 8 September 2017 | 22:35 WIB
  • Easypay Targetkan 1.000 Mesin Pembayar di Jabodetabek

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Easypay Targetkan 1.000 Mesin Pembayar di Jabodetabek
Photo :
  • VIVA.co.id/Lazuardhi Utama Rifki
Easypay Indonesia.

VIVA.co.id – Perusahaan solusi pembayaran digital, Easypay Indonesia, menargetkan akan memasang seribu mesin pembayar (self service kiosk) di seluruh Jabodetabek hingga akhir 2017.

Menurut CEO Easypay Indonesia, Andrey Bardyshev, saat ini pihaknya telah menyediakan 386 mesin pembayar.

"Jumlah itu terhitung sejak kami hadir di Jakarta pada pertengahan tahun 2016 hingga bulan Agustus 2017. Sebelumnya kami sudah hadir di Bali sejak tahun 2013," kata Andrey di Jakarta, Jumat 8 September 2017.

Ia melanjutkan bahwa dengan mesin pembayaran yang disediakan Easypay, maka semua orang bisa melakukan banyak transaksi mulai dari membeli tiket/pulsa, bayar listrik, PAM, BPJS Kesehatan, hingga e-money top-up.

Andrey juga menjelaskan, pihaknya memberikan kemudahan bagi para pengguna untuk membayar atau membeli berbagai produk dan layanan online tanpa perlu menggunakan kartu kredit maupun tidak perlu memiliki rekening bank untuk bertransaksi.

Sedikit informasi, self service kiosk merupakan mesin setoran tunai bank tanpa harus memiliki rekening. Teknologi ini sudah berkembang terlebih dahulu di berbagai negara, seperti Rusia dan Eropa.

Easypay Indonesia sendiri menggelontorkan dana sebesar US$17 juta (Rp221 miliar) untuk melebarkan ekspansi ke seluruh Indonesia, yang dimulai dari Jabodetabek.

Andrey juga menyebutkan bahwa dirinya menargetkan empat ribu mesin pembayar tersebsar di seluruh Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Oleh karena itu, setelah memasang seribu mesi pembayar di Jabodetabek, Andrey mengaku akan membidik kota-kota besar di Jawa, seperti Bandung dan Surabaya.

"Itu (kota besar seperti Bandung dan Surabaya) next project. Kita juga akan berekspansi di beberapa negara Asia Tenggara, di antaranya Singapura dan Vietnam," tuturnya. (ren)