Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 23 September 2017 | 14:45 WIB
  • Telkomsel Berburu Startup Lokal Kualitas Global

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Siti Sarifah Alia
Telkomsel Berburu Startup Lokal Kualitas Global
Photo :
  • Telkomsel
Booth salah satu startup dalam The NextDev di Surabaya

VIVA.co.id – Gelaran pameran The NextDev hari ini berlanjut ke Surabaya. Para calon startup muda di kota Pahlawan diajak untuk menciptakan solusi yang memiliki dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat. 

Dalam perhelatan itu, Telkomsel memboyong 10 startup sebagai bukti keberhasilan program The NextDev selama 3 tahun. Booth startup Juru Parkir dan Habibie Garden mendapatkan atensi yang cukup besar dari pengunjung.

"Sejak 2015 sudah ada 40 perusahaan rintisan (startup) yang sedang kami inkubasi dalam program The NexDev Academy. Sampai akhir tahun akan ada the best-nya yang terjaring dan kami cari yang qualified, punya daya saing di regional," ujar General Manager External Communication Telkomsel, Denny Abidin, dalam keterangannya di Surabaya, Sabtu 23 September 2017.

Menurut pria yang kerap disapa Abe ini, pencarian startup yang dilakukan Telkomsel ini cukup ketat. Sebab, yang dicari adalah mereka yang memiliki aplikasi dengan dampak sosial yang tinggi. Bahkan tidak menutup kemungkinan mereka akan menjadi pemain di ranah global.

"Kami perkirakan dari 10 startup yang terjaring, ada satu atau dua yang jadi global player," katanya.

Vice President Sales dan Marketing Telkomsel area Jawa dan Bali, Ericson Sibagariang, menuturkan perhelatan ini didasari perkembangan teknologi yang semakin pesat, pendapatan digital di Indonesia diprediksi tumbuh sampai 40 persen. Digital Telkomsel pun diprediksi akan tumbuh di kisaran tersebut, sekitar 30 sampai 40 persen.

Tak Hanya Inkubasi

Tidak seperti ajang pencarian startup lain. Telkomsel memastikan para startup alumni The NextDev akan selalu dipantau, bahkan dibebaskan dalam mencari pendanaan atau investor.

Telkomsel tidak menutup kemungkinan akan menjadikan beberapa startup tersebut sebagai partner dalam program atau layanan perusahaan. Misalnya, yang saat ini sedang digodok adalah program Petani, yang melibatkan startup Habibi Garden dan Eragano. 

"Wadahnya kami buatkan semacam program saja. Kalau toko aplikasi Telkomsel kayaknya tidak. Soalnya toko aplikasi yang ada sekarang sudah mencukupi," kata Abe.

Tidak dipungkiri, The NextDev masuk dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel. Meski Abe tidak mengatakan secara pasti berapa dana yang telah dikeluarkan untuk ajang ini, yang jelas dana CSR Telkomsel selalu naik. 

"Kalau alokasi untuk NextDev tahun ini saja naik 28 persen karena ini kan bagian dari CSR," kata Abe.

The NextDev Academy diadakan pada 2-3 September 2017 di Sun Plaza Medan, 9-10 September 2017 di 23 Paskal Bandung, 16-17 September 2017 di Plaza Ambarrukmo Yogyakarta, 23-24 September 2017 di Ciputra World Surabaya, dan 30 September-1 Oktober 2017 di Trans Mall Makassar.
 
Aktivitas ini menampilkan 10 finalis kompetisi The NextDev tahun 2015 dan 2016 yang terpilih sebagai 10 besar peserta The NextDev Academy berdasarkan beberapa parameter penilaian, yakni performansi secara kuantitatif, kematangan produk, validitas model bisnis, serta kehandalan komunikasi publik dan pemasaran. Kesepuluh startup itu adalah Eragano, Kostoom, Gandeng Tangan, Vestifarm, Jejakku, The Denim Club, Habibi Garden, Juru Parkir, Kredibel, dan Angkuts. (ren)