Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 19 Oktober 2017 | 18:51 WIB
  • I3E 2017, Ajang Temu Inovator dan Bisnis untuk Kesinambungan

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
I3E 2017, Ajang Temu Inovator dan Bisnis untuk Kesinambungan
Photo :
  • Dokumen VIVA.co.id
Inovator Inovasi Indonesia Expo 2017

VIVA – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menggelar Inovator Inovasi Indonesia Expo (I3E) 2017 di Grand City, Surabaya. Pameran itu bertujuan menumbuhkan iklim yang kondusif bagi pengembangan inovasi di Tanah Air.

Lebih penting lagi, karya inovasi harus dipertemukan dengan dunia bisnis agar memberi nilai tambah dan menjaga kesinambungan inovasi. Tanpa kolaborasi dengan bisnis, karya inovasi hanya akan dicatat di laboratorium atau kampus tanpa memberi manfaat nyata bagi masyarakat maupun inovatornya. 

Semangat itu diangkat dalam pameran yang pertama kalinya diadakan di luar Jakarta. Selama dua tahun berturut-turut pameran Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti ini diadakan di Ibu Kota. Pemilihan tempat pelaksanaan juga tak terlepas dari spirit inovasi yang ditunjukkan oleh pemerintah dan warga kota Surabaya.

“Kami melihat spirit Surabaya ini sejalan dengan kami, yaitu spirit inovasi. Karena itu tahun ini kami pilih tempat pelaksanaan ke sini. Tahun depan mungkin ke kota lain lagi yang punya semangat inovasi,” ujar Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir dalam pembukaan ekspo, Kamis 19 Oktober 2017. 

Pameran yang melibatkan 458 peserta dari seluruh Indonesia ini dibuka oleh Nasir, dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, para peserta, dan perwakilan universitas di Kota Surabaya.

Ratusan peserta itu terdiri dari 8 bidang fokus, yakni pangan, energi, transportasi, material maju, bahan baku, Hankam, TIK, Kesehatan Obat yang merupakan binaan dari Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti tahun 2017.

Selain berpameran, selama empat hari hingga 22 Oktober, peserta mendapat kesempatan meningkatkan kapasitas dan menggali kesempatan berbisnis. Selama pameran, diadakan seminar dan talk show, di antaranya mengenai branding, online marketing, paten dan hak kekayaan intelektual, standar mutu,  serta strategi menembus pasar ritel modern.

Sesi pembelajaran tersebut diisi oleh pakar-pakar di bidangnya, seperti pakar periklanan Subiakto dari Hotline Advertising, Heriyadi Janwar dari Bhinneka.com, dan Roy Mandey dari Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo). Perwakilan dari Bank Danamon, Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Modalku akan berbagi strategi agar peserta dapat mencari peluang investasi dan pendanaan dari perbankan dan lembaga keuangan.

Kiat sukses juga akan dibagi oleh perwakilan dari Gojek dan sejumlah penerima pendanaan program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi. Di sesi terakhir, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan memaparkan langkah-langkah Pemkot Surabaya dalam inovasi di Kota Pahlawan ini dalam menggerakkan kewirausahaan pada generasi muda. 

Peserta juga bertemu dan mempresentasikan karyanya di hadapan investor dari berbagai perusahaan keuangan dalam sesi Business Pitching. Bagi mahasiswa dan masyarakat umum diadakan Kompetisi Inovasi Perguruan Tinggi & Masyarakat.

“Harapan kami, setelah mengikuti ekspo ini, peserta mendapat bekal untuk membangun aspek bisnis dari inovasi yang dirintis. Ini penting agar ada insentif bagi masyarakat untuk terus mengembangkan inovasi,” kata Nasir. (webtorial).