Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 8 November 2017 | 18:47 WIB
  • UI Didik Startup Lokal, Salah Satunya Crowdfunding

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Lazuardhi Utama
UI Didik Startup Lokal, Salah Satunya Crowdfunding
Photo :
  • green.ui.ac.id
Kampus Universitas Indonesia (UI)

VIVA – Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Kerja sama Universitas Indonesia, Hamid Chalid, menuturkan institusinya membantu pendanaan bagi perusahaan rintisan atau startup yang berada di bawah pembinaannya. Namun, ia enggan mengungkap angka untuk startup itu.

"Kita memang menyediakan anggaran tapi tidak begitu besar. Itu pun anggarannya kita fokuskan pada riset. Angkanya bisa mencapai ratusan juta rupiah satu startup, " kata Hamid kepada VIVA.co.id, Rabu, 8 November 2017.

Oleh karena itu, ia membutuhkan kerja sama dengan pihak luar supaya startup ini berkembang menjadi perusahaan besar. Untuk proses pembinaan startup, ujar Hamid, berbeda-beda.

Dia mencontohkan satu dari delapan startup yang sudah diseleksi untuk memperkenalkan ide bisnisnya, InFista.

"Startup ini berupa crowdfunding atau pendanaan gotong royong. Artinya, mengumpulkan dana dari investor untuk disalurkan kembali ke pelaku usaha yang membutuhkan modal. Hasilnya, nanti dibagi dua sesuai dengan kesepakatan," ungkapnya.

Intinya, kata Hamid, startup berbasis teknologi keuangan (financial technology) ini lebih dituntut ke transparansi dana. Sebab, mengumpulkan uang dari berbagai investor untuk ditempatkan di perusahaannya.

"Memang berisiko. Tapi risiko itulah menjadi tantangan. Yang paling penting bagaimana kita meyakinkan diri sendiri dan orang lain (investor) kalau risiko yang akan dialami kecil," terang Hamid.