Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 16 November 2017 | 16:14 WIB
  • Startup Cari Duit, Pilih IPO atau 'Disuntik' Venture Capital

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Lazuardhi Utama
Startup Cari Duit, Pilih IPO atau 'Disuntik' Venture Capital
Photo :
  • www.pixabay.com/ngecphuc1404
Ilustrasi startup

VIVA – Perusahaan rintisan atau startup di Indonesia saat ini dilanda demam investor asing. Banyak dari mereka yang mendapat suntikan dana dari perusahaan-perusahaan dagang ternama di luar negeri, dominannya berasal dari Asia Timur.

Pendanaan startup bisa didapat melalui mekanisme penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) atau suntikan dana (fundrising) dari venture capital (VC) melalui tahapan seperti putaran Seri (Series Round) A, B dan C.

Chief Executive Officer Orami, Ferry Tenka menilai, mencari dana segar melalui IPO lebih kompleks karena semua pembukuan harus jelas dan rapi.

Pengalamannya dalam membangun startup yang sebelumnya bernama Bilna ini, tidak mungkin bagi seseorang yang membangun bisnis dari awal laporan keuangannya tertata rapi.

"Lima tahun pertama kita sibuk. Entah itu mencari pelanggan dan membentuk pasar atau pivot business model. Jadi, pembukuan kita belum terlalu rapi," kata Ferry kepada VIVA, Kamis, 16 November 2017.

Dengan begitu, inilah yang memberatkan para startup untuk melakukan IPO. Startup penjual alat kelengkapan bayi, ibu hamil serta kecantikan tersebut juga memaparkan waktu persiapan perusahaan menuju IPO diperkirakan selama enam bulan.

"Kalau mau IPO butuh waktu lebih lama, enam bulan hingga satu tahun. Sistem pelaporan keuangan yang rapi ini harus dilakukan secara konsisten karena tanggung jawabnya tidak hanya ke regulator (BEI dan OJK) tetapi juga publik," ungkapnya.

Sementara itu, mekanisme fundrising justru lebih mudah dan tidak berbelit-belit. Pemodal ventura lebih bisa memahami apa yang dialami oleh startup. Tidak hanya laporan keuangan tetapi juga melihat bisnis dari 'situasi' perusahaannya, latar belakang pemilik (founder), pasar dan pelanggannya.

"Itu nilai-nilai yang dilihat oleh VC untuk 'mengguyur' uang ke startup potensial. Intinya, pendanaan dari VC, founder benar-benar ingin mengembangkan perusahaan. Sedangkan IPO, tujuannya sama seperti M&A (Merge and Acquisition), untuk exit," ujarnya. (ase)