Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 30 November 2017 | 17:02 WIB
  • Startup Indonesia Ini Lolos Program Khusus Google

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Startup Indonesia Ini Lolos Program Khusus Google
Photo :
  • Dokumen Kulina
Startup Kulina

VIVA – Startup Indonesia kembali lolos untuk mengikuti program khusus Google. Startup Kulina akan mewakili Indonesia dalam program LaunchPad Accelerator batch 5 yang digelar di markas Google di San Fransisco, Amerika Serikat. 

Kulina merupakan startup menyediakan layanan membuat makanan berkualitas yang terjangkau untuk masyarakat. Produk Kulina saat ini adalah langganan katering dan makan siang. Dengan harga Rp25 ribu per porsi, pelanggan sudah bisa duduk manis menikmati makan siangnya. Harga itu sudah termasuk ongkos kirim.

Rahasia biaya terjangkau untuk makan siang itu adalah penggunaan teknologi untuk mengkalkulasi rute terdekat antara dapur mitra dengan konsumen.

“Algorithma kami menghasilkan efisiensi biaya logistik yang sangat signifikan, sehingga kami tidak perlu membebani konsumen dengan tambahan ongkos kirim," ujar Chief Executive Officer dan Founder Kulina, Andy Fajar Handika dalam keterangannya, Kamis 30 November 2017.

Konsumen bisa mulai berlangganan mulai dari tiga hari saja tanpa minimal pemesanan, dengan harga semakin murah bila jangka waktu langganan semakin panjang. 

Menu makanan yang berbeda setiap harinya akan diantar oleh kurir ke alamat pelanggan, sebelum jam makan siang tiba. Pelanggan bisa melihat susunan menu hingga dua pekan ke depan, dan jika tidak cocok dengan menu tertentu, bisa dengan mudah menekan tombol ‘skip’ agar menu tersebut dilewati.

Layanan startup berbasis di Yogyakarta ini sudah dinikmati di area Jakarta. 

Sebagai perusahaan teknologi, Kulina tidak memiliki dapur sendiri, melainkan menggandeng banyak dapur di seluruh Jakarta. Startup ini bahkan memberikan garansi apabila makanan tiba setelah jam 12 siang, maka akan dianggap gratis. 

“Konsumsi makan siang adalah salah satu elemen terbesar yang menguras dompet karyawan di Jakarta. Dengan Kulina, anggaran makan siang bisa terkontrol dan konsumen bisa menggunakan penghematan tersebut untuk hal-hal lain yang tak kalah penting seperti travelling, menabung dan lainnya.” ujar Chief Operating Officer Kulina, Casper Sermsuksan.

Startup Kulina

Kualitas makanan terjamin

Menjamin kualitas makanan dari dapur yang tidak dimiliki sendiri tentunya merupakan tantangan yang cukup besar bagi Kulina. Startup ini tidak begitu saja menerima sembarang katering untuk menjadi mitra mereka.

“Kami memproses dapur yang mendaftar dengan sangat ketat, dan hanya dapur yang memenuhi standar kualitas Kulina yang kami terima sebagai mitra,” ujar Head of Food Quality & Supply Operation Kulina, Nichole.

Sebagai perusahaan yang ingin memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi masyarakat, Kulina menggunakan data peringkat dan masukan setiap konsumen untuk menjaga dan menaikkan kualitas makanan yang dihasilkan dapur mitra.

“Kami memastikan setiap dapur mitra menerima seluruh masukan yang diberikan oleh konsumen, dan memberikan apresiasi bagi dapur mitra yang mendapatkan rating tinggi dari konsumen,” ujar Nichole.

Dengan mekanisme incentive by rating, dapur mitra berupaya menghadirkan kualitas terbaik bagi pelanggan Kulina.

Tawaran menarik lain disediakan Kulina, dengan merilis Lunch Together Program pada Juli yang lalu. Program ini memberikan kembalian (cashback) setiap kali pengantaran, apabila ada lebih dari satu pelanggan dalam satu gedung atau alamat. Seluruh pelanggan otomatis menjadi bagian dari program ini.

“Saya dapat kembalian Rp5.000 setiap hari karena sekantor lebih dari 10 orang yang langganan Kulina. Kalau dihitung-hitung, harga seporsinya cuman Rp20 ribu saja. Lebih murah dari beli di kantin," ujar Rudy, karyawan bank pelanggan Kulina.