Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 4 Desember 2017 | 20:45 WIB
  • Strategi Ekspedisi Lokal di Tengah 'Gelombang' E-Commerce

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
Strategi Ekspedisi Lokal di Tengah 'Gelombang' E-Commerce
Photo :
  • www.pixabay.com/StockSnap
Ilustrasi transaksi e-commerce.

VIVA – Pemain bisnis jual beli online (e-commerce) di Indonesia diperkirakan terus bertumbuh seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang mulai mengembangkan usaha ke ranah digital.

Nilai transaksi e-commerce diprediksi mencapai Rp144 triliun pada 2018, atau melonjak dari 2016 yang sebesar Rp69,8 triliun dan Rp25 triliun pada 2014.

Pasar perusahaan jasa pengiriman barang atau ekspedisi ikut terdampak dari maraknya e-commerce. Sebagaimana diketahui, semakin banyak juga bermunculan perusahaan ekspedisi saat ini.

Sebut saja TNT, RPX, JNE, Pandu Logistic, dan yang terbaru, J&T Express asal China. Meski begitu, hal ini tidak membuat salah satu ekspedisi lokal, PT Citra Van Titipan Kilat atau Tiki, khawatir.

Menyambut 2018, Tiki melakukan ekspansi bisnisnya dengan meresmikan kantor operasional dan gerai (station and sales counter) cabang Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Selasa, 28 November 2017 lalu.

Menurut Direktur Pelaksana Tiki, Tomy Sofhian mengatakan, keberadaan kantor operasional dan gerai ini bertujuan untuk lebih memaksimalkan pelayanan ke masyarakat, khususnya di kawasan selatan Jakarta.

"Dengan penambahan ini, kami berharap jangkauan jaringan dan pemasaran Tiki di Jakarta dan menuju luar Jakarta akan semakin luas. Kelancaran distribusi dan pengiriman barang ke konsumen juga akan semakin baik,” kata dia, dalam keterangan resminya, Senin, 4 Desember 2017.

Tomy berharap akan membangun 200 gerai baru di Jakarta sebelum Juni 2018. Selain itu, lanjut Tomy, Tiki juga mempunyai layanan COD (Cash on Delivery) atau bayar di tempat.

Managing Director TIKI, Tomy Sofhian.Tomy Sofhian.

Layanan khusus ini dinilai sebagai terobosan baru untuk perusahaan (corporate) yang sudah memiliki corporate account dengan Tiki.

Para perusahaan (seperti online shop atau online seller) yang ingin melakukan transaksi penjualan barang dapat menggunakan layanan COD dengan nominal harga barang maksimal Rp3 juta.

"Layanan ini akan memberikan kemudahan bagi seller dan buyer online dalam bertransaksi di era pasar digital. Dalam skala nasional baru kami yang memiliki layanan COD seluruh Indonesia," paparnya.

Keunggulan layanan COD Tiki antara lain perlindungan yang kuat terhadap para pembeli yang menginginkan pembelian dengan cara bayar di tempat.

"Pembeli dapat mengetahui kualitas barang sebelum membayar. Jika pembeli tidak puas, barang bisa langsung dikembalikan melalui petugas Tiki," tutur Tomy.

Adapun teknisnya, ia menerangkan, bakal menyampaikan lebih dahulu biaya yang bakal dikenakan saat pemesanan.

Selanjutnya, sehari sebelum pengiriman, pembeli juga bakal diberi notifikasi mengenai biaya yang perlu dibayarkan sehingga dana pembayaran bisa disiapkan.

Serah-terima uang dan barang dilakukan di tempat pembeli. "Ini untuk menjawab permintaan e-commerce karena banyak pelanggannya yang memilih metode COD," ujarnya.