Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 15 Juni 2017 | 05:18 WIB
  • 15-6-1667: Transfusi Darah Pertama, dari Domba ke Manusia

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
15-6-1667: Transfusi Darah Pertama, dari Domba ke Manusia
Photo :
  • www.agenciasinc.es
Ilustrasi transfusi darah oleh Jean-Baptiste Denys

VIVA.co.id – Transfusi darah saat ini sudah menjadi hal yang umum dalam kebutuhan medis. Pasien yang menjalani operasi dan kehilangan darah biasanya membutuhkan saluran darah dari donor. Saat ini transfusi darah tergolong mudah, dengan mencocokkan jenis golongan darah, maka donor bisa menyumbangkan darahnya. 

Ternyata, awal perkembangan transfusi darah tak semudah saat ini. Pada 15 Juni 1667, transfusi darah ke manusia pertama kali dilakukan. Saat itu media darahnya bukan dari manusia ke manusia, tapi antarspesies. Dikutip dari Heart Valve Surgery, pada 15 Juni 1667, Jean-Baptiste Denys, dokter pribadi Raja Louis XIV mentransfusikan 12 ons darah domba kepada seorang bocah yang mengalami luka terkena 20 kali gigitan lintah. Walau transfusi menggunakan darah hewan, sang anak saat itu selamat. Percobaan Deny itu tercatat sebagai transfusi darah pertama yang dilakukan pada manusia.

Berhasil dengan praktiknya, Denys kemudian mentransfusikan darah domba ke buruh dan akhirnya juga selamat. Kemudian Denys menjalankan transfusi darah ketiga ke seorang Swedia, Baron Gustaf Bonde, yang menerima dua kali transfusi. Bonde meninggal usai menjalani transfusi kedua. 

Gagal pada pasien ketiga tak membuat Denys menghentikan praktik transfusi darah. Pada musim dingin 1667, dokter asal Prancis itu menjalankan transfusi darah anak sapi ke orang gila bernama Antoine Mauroy, celakanya meninggal saat transfusi ketiga. 

Meninggalnya Mauroy menimbulkan kontroversi. Istri Mauroy menuding Denys penyebab kematian suaminya. Sang istri orang gila itu bahkan mendakwa dokter raja itu telah membunuh. 

Kemudian Denys dibebaskan dari dakwaan, dan istri Mauroy malah balik dituduh penyebab kematian sang suami. Belakangan, Mauroy meninggal karena keracunan arsenik. 

Laman Wired menuliskan, percobaan Denys menjalankan transfusi dengan darah hewan memicu kontroversi panas di Prancis kala itu. Melihat riwayat pasien transfusi meninggal, pada 1670, prosedur tersebut dilarang. 

Selama berabad-abad praktik transfusi darah menjadi terlarang sampai awal abad ke-20. 

Pada 1902, dokter asal Wina, Austria, Karl Landsteiner menemukan empat golongan darah, yang aman untuk praktik transfusi darah. Landsteiner menemukan kehadiran protein darah angglutinin dan iso-agglutinin dalam darah manusia. Atas temuan tersebut, Landsteiner dianugerahi Nobel.